Category Archives: Edukasi

Pastron Siap Sambut Gerhana Matahari 2016

Lokakarya Nasional, Lapan

Lokakarya Nasional, Lapan

Pada tahun 2016 yang akan datang, tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016, Indonesia akan mengalami peristiwa alam yang amat langka, gerhana matahari total. “Gerhana matahari total menampangkan dirinya pagi hari di wilayah Indonesia pukul 07.15 WIB”, papar mantan Direktur Observatorium Bosscha Bambang Hidayat. Hampir di semua wilayah Indonesia dapat menikmati peristiwa ini. Daerah yang dilintasi gerhana matahari total itu terentang dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan berakhir di Maluku Utara, selebihnya Continue reading

Sosialisasi Hisab 1435 H

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan sarasehan dan sosialisasi Paham Hisab 1435 Hijriyah di kantor PP Muhammadiyah pada tanggal 29 Mei 2014. Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pengurus Majelis tarjih dan Tajdid menjelaskan tentang paham Hisab (perhitungan) yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk penentuan awal bulan Hiriyah. Selain itu, peserta juga diberikan untuk kesempatan berdiskusi dan berbagi tentang problematika pensosialisasian keputusan dan pedoman Hisab pada masyarakat.

Perbedaan dalam metode penentuan awal bulan menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat yang bingung dalam memulai ibadah terutama yang berkaitan dengan awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah. Metode Hisab yang digunakan oleh PP Muhammadiyah adalah Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Kriteria yang digunakan untuk penentuan awal bulan Hiriyah adalah

  1. Telah terjadi ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari
  2. Ijtimak atau konjungsi Bulan dan Matahari terjadi sebelum Matahari terbenam
  3. Pada saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam

Kriteria tersebut berdasarkan petunjuk pada kitab suci Al Quran surat Ya Sin ayat 39 dan 40.

Untuk 1435 H, PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

A. Ramadhan 1435 H

  1. Ijtimak jelang Ramadhan 1435 H terjadi pada hari Jumat Pahing, 27 Juni 2014 M pukul 15:10:21 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 31 menit dan 17 detik
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

B. Syawal 1435 H

  1. Ijtimak jelang Syawal 1435 H terjadi pada hari Ahad Pahing, 27 Juli 2014 M pukul 05:43:39 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 3 derajat 37 menit dan 48 detik

C. Dzulhijah 1435 H

  1. Ijtimak jelang Dzulhijah 1435 H terjadi pada hari Rabu Legi, 24 September 2014 M pukul 13:15:45 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 30 menit dan 04 detik.
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

Sehingga PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

Tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Sabtu Pon, 28 Juni 2014 M.

Tanggal 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin Pon, 28 Juli 2014 M.

Tanggal 1 Dzulhijah 1435 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 25 September 2014 M.

Hari Arafah (9 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Jumat Kliwon, 3 Oktober 2014 M.

‘Idul Adha (10 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Sabtu Legi, 4 Oktober 2014 M.

 

Meskipun PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab untuk menentukan awal bulan Hiriyah, namun Muhammadiyah tidak berhenti belajar untuk mempelajari teknik Rukyat (Observasi). Pusat Studi Astronomi UAD diberikan kesempatan untuk membantu pemutakhiran Hisab dan pelatihan Rukyat.

 

sumber :

  1. Maklumat Pimpina Pusat Muhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/E/2014
  2. Argumentasi Hisab Muhammadiyah, 2014

Kemah Bintang bersama Pramuka UAD

Kemah Bintang (MABIT) dilaksanakan pada tanggal 24 – 25 Mei 2014 di Observatorium Kampus Empat, UAD. Kegiatan kemah semalam ini terlaksana atas kerjasama PASTRON dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UAD. MABIT terlaksana berawal dari ide untuk mengenalkan Astronomi pada masyarakat melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Sebenarnya, Pramuka sudah mengenal dan menggunakan Astronomi khususnya pada kegiatan navigasi. Seperti pada kegiatan dengan Boy Scout of America, JIS, pramuka UAD bisa menggunakan seberapa bagus kemampuan Astronomi untuk merencanakan tingkatan pada tanda kecakapan khusus.

Sebagai langkah awal, MABIT dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan awal tentang Astronomi pada anggota Pramuka. Materinya diantaranya :

  1. Pengenalan teleskop dan binokuler
  2. Navigasi dengan rasi bintang Crux dan Centaury
  3. Observasi Planet Mars dan Saturnus
  4. Pengenalan rasi bintang dan obyek – obyek Deep Sky

Selain itu, peserta MABIT belajar teknik astrofotografi dengan berbagai obyek, diantaranya Milkyway atau galaksi Bimasakti dan Saturnus. Pelatih astrofotografi adalah Ronny  Syamara dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).

 

 

Observasi Gerhana Matahari Sebagian 2014

Gerhana Matahari Cincin terjadi di beberapa bagian wilayah Bumi terutama di Selatan. Indonesia cukup beruntung bisa mengamati Gerhana Matahari ini sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Namun, durasi Gerhana Matahari Sebagian sangat singkat, kurang dari 3 menit. Bahkan, piringan Matahari yang tertutup oleh piringan Bulan pun juga sangat kecil, yaitu 0,1 – 0,2%. Hal ini membuat observasi semakin sulit.

Namun, kesempatan ini sayang untuk dilewatkan. Maka, PASTRON mengadakan observasi Gerhana Matahari Sebagian di Observatorium Kampus Empat tanggal 29 April. Observasi juga dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fisika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Mereka juga membawa teleskop refraktor yang dilengkapi dengan filter matahari.

 

Alat tracking Matahari buatan mahasiswa Teknik Elektro, Burhanudin Latief, dibawah bimbingan Dr Muchlas Arkanuddin dan Yudhiakto Pramudya, Ph.D, digunakan untuk mengikuti gerakan Matahari. Sehingga, piringan Matahari selalu berada di medan pandang teleskop. Meskipun kami tidak berhasil melihat perbedaan antara Matahari dan Matahari yang mengalami gerhana, kami tetap mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang observasi Matahari.

Star Party Undangan HAAJ dan Boy Scout of America JIS

star partyHimpunan Astronomi Amatir Jakarta mendapat undangan untuk melakukan pelatihan kepada pramuka yang tergabung dalam Boy Scout of America. Pelatihan tersebut dalam rangka peraihan merit badge atau semacam tanda kecakapan khusus dalam kepanduan. Anggota HAAJ yang tergabung dalam tim pelatih sebanyak 4 orang, termasuk kepala PASTRON.  Kepala PASTRON sebagai anggota senior HAAJ yang memiliki kemampuan astronomi dan bahasa Inggris dengan baik diminta untuk membantu Rayhan, Aziz, dan Tri.

Pelatihan berlangsung pada tanggal 12 – 13 April 2014 di Pulau Pramuka. Tempat ini dipilih karena untuk pengaruh polusi cahaya dari kota Jakarta tidak besar. Namun, ternyata langit pada sore hari berawan sekali. Sehingga, pelatihan pengamatan bintang diganti dengan menyaksikan program Stellarium dan Starry Night dan juga film dokumenter tentang polusi cahaya. Selepas dini hari, langit terbuka dengan indahnya. Deretan rasi bintang, Bulan dan tentunya Galaksi Bima Sakti terlihat di langit malam. Pagi harinya, pengamatan Matahari dilakukan dengan teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari.

 

 

Kelas Observasi Kuliah Astronomi April 2014

Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mata kuliah Astronomy, maka kelas observasi diadakan di Observatorium Kampus Empat. Observasi pada Kamis malam, tanggal 10 April 2014, berlangsung dengan cukup baik, meskipun hujan rintik. Kelas Observasi dihadiri oleh semua mahasiswa. Mahasiswa belajar tentang bagaimana memasang teleskop refraktor dengan Equatorial Mounting dan mensejajarkan dengan kutub selatan bola langit.

Target observasi adalah pengamatan Bulan.  Namun, beberapa kali hujan rintik dan mendung menghalangi pengamatan. Bulan dapat teramati sekitar 15 menit. Mahasiswa melaporkan hasil observasi pada lembar observasi lengkap dengan sketsa permukaan Bulan yang berhasil mereka amati.

Observasi Surya 30 Maret Feat: SAC

Observasi Surya kembali dilakukan pada hari Minggu tanggal 30 Maret 2014 di Observatorium Kampus Empat (OKE). Kegiatan berlangsung sejak pukul 9 sampai menjelang tengah hari. Observasi kali ini berbeda dengan observasi sebelumnya. Rekan astronomer amatir yang bernama M Thoyib ikut datang di kegiatan observasi. Astronomer amatir dari Surabaya Astronomy Club ini membantu persiapan teleskop dan turut membantu observasi. Selain itu, hadir juga peserta observasi dari masyarakat sekitar kampus empat. Seperti pada observasi surya sebelumnya, kami mengabadikan citra Matahari untuk mencocokkan bintik matahari (sunspot) dengan citra dari NASA.

Citra Matahari

Citra Matahari

Masyarakat Umum ikut menikmati indahnya Matahari

Masyarakat Umum ikut menikmati indahnya Matahari