Pengecekan Pilar Teleskop Planewave

Pada hari Kamis, 6 Februari 2020, Pak Hendro ditemani oleh Pak Heru dari Bifas UAD mengadakan pengecekan pada persiapan pemasangan Teleskop Planewave di kubah. Sebelum pemasangan, perlu dibuat pilar sebagai penyangga mounting dan teleskop. Ukuran dan bentuk perlu diperhatikan dengan baik agar kokoh menyangga.

Jadwalnya 2 minggu lagi, pelat yang dibutuhkan akan selesai dibuat.

Menengok Gerhana Matahari Sebagian di UAD

Kamis, 26 Desember 2019 Pusat Studi Astronomi (PASTRON) UAD berkesempatan untuk mengadakan Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian, kegiatan yang bekerjasama dengan Kelompok Studi ANDROMEDA dan Pusat Tarjih Muhammadiyah diawali dengan sholat gerhana di Masjid Islamic Center UAD

pengunjung mencoba salah satu teleskop

Fenomena Gerhana Matahari Sebagian di Yogyakarta mulai pukul 10.56.10 WIB, fase Puncaknya pukul 12.47.51 WIB dan berakhir pukul 14.29.00 WIB. Tempat pengamatan untuk masyarakat umum yaitu berlokasi di Parkir bagian selatan persada putri UAD sedangkan untuk tamu VIP (Dosen dan Karyawan) disediakan teleskop di Observatorium, fasilitas yang disediakan saat pengamatan kali ini yaitu 4 teleskop , kacamata gerhana,dan pinhole yang dapat digunakan oleh masyarakat umum . Selain menyediakan pengamatan untuk umum, Tim Gerhana juga melakukan penelitian yang berhubungan dengan Gerhana Matahari Sebagian yaitu pengaruh Gravitasi saat Gerhana.

Astronomi Day in School

Jumat, 15 November 2019 Pusat Studi Astronomi (PASTRON) yang bekerjasama dengan Kelompok Studi ANDROMEDA berkesempatan untuk mengadakan kegiatan “Astronomy Day in School” di SD N Giwangan,kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk mengenalkan astronomi sejak dini, selain itu kegaitan ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisaksikan akan adanya gerhana mathari pada 26 Desember 2019.

kegiatan “Astronomy Day in School” meliputi workshop tentang pinhole, pemateri menyampaikan tentang materi gerhana dan dilanjutkan dengan pembuatan pinhole oleh masing-masing siswa didampingi oleh pemandu, setelah selesai membuat pinhole siswa diajak untuk langsung menggunakannya di luar kelas dan diarahkan ke matahari, sehingga mereka dapat langsung mengetahui cara penggunaan dari pinhole tersebut.

setelah kegiatan workshop kegiatan selanjutnya dalah observasi, disediakan 3 teleskop yaitu 2 skywatcher dan 1 celestron. Siswa sangat antusias ketika mencoba teleskop. Selain itu, siswa dan guru juga berkesempatan untuk mencoba kacamata gerhana.

The truth is up there

IAU Symposium 358 on Equity, Diversity, and Inclusion

UAD mengirimkan 2 artikel penelitian tentang astronomi inklusi pada International Astronomical Union Symposium 358 on Equity, Diversity, and Inclusion. Simposium ini diselenggarakan di National Astronomy Observatory of Japan, Mitaka, Tokyo pad tanggal 12-15 November 2019.

Foto bersama peserta simposium

Mahasiswa magister pendidikan fisika yang bernama Sari Sukmawati mempresentasikan sebagian hasil penelitian tesisnya tentang pengembangan bahasa isyarat tema perubahan musim. Sedangkan Yudhiakto Pramudya yang seorang dosen magister pendidikan fisika dan kepala pusat studi Astronomi mempresentasikan kegiatan penyuluhan astronomi di sekolah gunung merapi. Sekolah gunung merapi merupakan sekolah informal yang berada di daerah rawan bencana.

Menariknya, simposium ini kelanjutan dari simposium sebelumnya tentang Universal Design. Saat itu, Yudhiakto Pramudya hadir dan berkontribusi dalam menyampaikan penelitian tentang astronomi pada tunanetra. Pada simposium kali ini, dirumuskan juga Mitaka Resolution.

Diskusi Kelompok Terarah Revitalisasi Planetarium dan Observatorium Jakarta

Kepala Pusat Studi Astronomi UAD diundang sebagai pembicara dalam Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) Revitalisasi Planetarium dan Observatorium Jakarta pada tanggal 19 Oktober 2019. Kegiatan ini sebagai rangkaian pembangunan POJ untuk menjadi bangunan yang lebih artistik namun tetap fungsinya tidak berubah bahkan berkembang.

Dalam FGD tersebut, kepala Pastron menyampaikan paparan tentang pentingnya pembangunan fasilitas disabilitas di POJ. Tidak hanya fasilitas, namun juga metode dan kebijakan yang mendukung inklusifnya POJ untuk semua kalangan.

Empat pembicara dalam FGD tersebut memperkaya ide dan konsep untuk revitalisasi POJ. Begitu pula dengan saran dan pertanyaan dari para undangan dari berbagai kalangan baik profesional maupun amatir.

Foto pembicara, moderator, dan panitia

Observasi Hilal Di Observatorium UAD

Rabu, 30 Oktober 2019 Observatorium UAD mengadakan pengamatan atau observasi Hilal dengan menggunakan teleskop Celestron C6-N dengan diameter 150 mm dan fokus 750 mm serta kamera CCD Skyris 274 M monochrome

Hilal pada 30 Oktober 2019 memiliki sudut putar dari arah barat hingga timur atau Azimuth +252o 46’ 25” , ketinggian benda langit yang dihitung dari horizon atau Altitude +26o 34’ 18” , memiliki jarak sudut antara bulan dan matahari atau sudut elongasi +29o 59’ 19” , permukaan bulan yang terkena sinar matahari atau illuminasi 6.5%.

Kunjungan TK ABA Tegalsari

Senin, 7 oktober 2019 Observatorium menerima kunjungan dari Pendidikan Anak Usia Dini’ Aisyiyah’ Taman Kanak-kanak ‘Aisyi‘ah Bustanul Athfal, Kelompok Bermain ‘Aisyiyah’ Taman Pengasuh ‘ Aisyiyah’, Kunjungan kali ini di bagi menjadi 2 hari yaitu hari senin dan selasa. Hari senin peserta kunjungan mencapai 86 orang yang didominasi usia 5 tahun. Sebelum melakukan tour Observatorium mereka mengukti workshop terlebih dahulu, workshop yang mereka ikuti terkait materi tata surya, mereka di kenalkan nama-nama planet yang ada di tata surya baik warnanya maupun bentuknya,

setelah mengikuti workshop mereka diajak untuk tour observatorium, mereka dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan kelasnya masing-masing, yang pertama mereka diarahkan menuju kubah untuk dijelaskan benda langit apa yang sedang diamati setelah itu di taman angkasa mereka mengamati matahari dengan teleskop skywatcher dan mencoba kacamata gerhana.

berikut dokumentasi kunjungan

Kunjungan Universitas Islam Indonesia

Kamis, 3 oktober 2019 observatorium kembali menerima kunjungan dari Universitas Islam Indonesia, kunjungan kali ini bermaksud untuk diskusi terkait rencana pembangunan Observatorium di UII. mereka mengujungi beberapa ruangan yang ada di Observatorium.

Didampingi oleh kepala Observatorium Bapak Yudhiakto Pramudya, P.hD dan tim peneliti dari Pusat Studi Astronomi Bapak Oki Mustava, M.Pd.Si, tamu dari UII diajak Tour untuk melihat spot-spot yang ada di observatorium, dari ruang kendali yang ditunjukkan beberapa teleskop portable, ruang kubah serta taman angkasa yang terdapat lubang zenith dan solar system model, setelah itu di arahkan ke ruang galeri untuk melihat beberapa alat peraga yang pernah di buat dan yang terakhir di tunjukkan ruang bengkel. Setelah melakukan tour diadakan forum diskusi antara kepala observatorium dan juga tim dari UII

berikut dokumentasi kunjungan

Kunjungan SD Muhammadiyah Girikerto, Turi Sleman Ke Observatorium UAD

Rabu, 2 oktober 2019 Observatorium menerima kunjungan dari siswa dan siswi SD Muhammadiyah Girikerto Turi. Peserta terdiri dari kelas 5 dan 6 berjumlah 50 siswa, 13 guru dan 3 komite sekolah, SD muhammadiyah Girikerto merupakan SD Binaan dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) UAD.

Dalam kunjungan kali ini siswa dan siswi sebelum melakukan tour Observatorium mereka mengikuti workshop membuat antimeter yang digunakan untuk mengukur ketinggian benda langit, antimeter ini dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan Seperti kertas karton, benang dan juga paku. Setelah selesai mengikuti workshop dibagikan log book dan diberikan petunjuk pengisiaanya untuk mereka isi saat mengamati matahari di taman angkasa. Setelah selesai mengikuti workshop mereka dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan tour Observatorium, rute tour Observatorium  adalah ruang kendali, kubah, dan taman angkasa. Di dalam ruang kendali mereka di jelaskan tentang simulasi sistem tata surya, kemudian mereka mengamati matahari menggunakan teleskop yang ada dikubah.

Setelah itu mereka diarahkan menuju taman angkasa untuk mengamati matahari dengan 2 teleskop yang sudah disediakan, di taman angkasa mereka diberikan tugas untuk mengukur ketinggian matahari menggunakan antimeter . Selain itu mereka juga mencoba kacamata gerhana untuk melihat matahari, mereka nampak antusias mengukuti tour dari setiap tempat yang dikunjungi.

Berikut foto-foto yang dapat diabadikan