Category Archives: Observasi

Mengenalkan Astronomi Sejak Dini

thanksandromeda

You’re Welcome

Yogyakarta (27/03) – Banyak yang berpendapat Gerhana Matahari Total 2016 menjadi titik balik kebangkitan Astronomi di Indonesia. Pada hari itu, masyarakat sangat antusias menyaksikan Gerhana Matahari dan mulai bergairah untuk belajar ilmu Astronomi. Hal tersebut tentu tidak disia-siakan komunitas atronomi untuk lebih memperkenalkan dunia astronomi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Kelompok Studi Antariksa dan Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (ANDROMEDA).

Bekerjasama dengan Komunitas Tenda Orange, Continue reading

Persiapan Streaming Observasi oleh TIGER UAD Menyambut Gerhana Matahari

Picture1 streamingPada Kamis, tanggal 18 febuari 2015 , TIGER (Tim Gerhana Matahari) melakukan workshop dan rapat mengenai perkembangan observasi Gerhana Matahari di Mesjid Islamic Center UAD. TIGER sudah melakukan workshop selama empat kali setiap minggunya. Workshop kali ini, TIGER kedatangan Pak Mutoha. Kedatangan beliau kali ini untuk mematangkan persiapan TIGER Yogyakarta seperti penggunakan teleskop Celestron Go To System. Teleskop ini juga akan digunakan untuk streaming observasi Gerhana Matahari Sebagian. Sedangkan streaming observasi Gerhana Matahari Total akan dilakukan oleh TIGER Ternate dengan menggunakan teleskop William Optic dengan Gemini 2 Go To System Continue reading

Sosialisasi Gerhana Matahari di Purworejo

Pada tanggal 16 Januari 2016, diadakan sosialisasi Gerhana Matahari 2016 di SMP Negeri 5 Purworejo. Acara ini dihadiri oleh guru-guru SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA se-Purworejo. Dalam kegiatan ini, Pusat Studi Astronomi didukung oleh Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan.

Selain sosialisasi, para guru mengikuti workshop pembuatan alat observasi dengan teknik proyeksi lubang jarum. Dengan menggunakan kotak atau kardus bekas, para guru antusias membuat kotak proyeksi lubang jarum yang nantinya dapat digunakan untuk mengobservasi Gerhana Matahari Sebagian yang akan melewati Purworejo. Brosur Gerhana Matahari Total juga tak lupa dibagikan kepada para guru.

Para guru antusias mengikuti sosialisasi ini karena mereka dapat bernostalgia tentang GMT 1983 yang dialami para guru tersebut. Para guru menceritakan keadaan pada saat itu dan aktif bertanya. Tidak hanya itu, para guru juga bersemangat karena pembuatan proyeksi lubang jarum ini mudah dan murah serta dapat dimasukkan dalam pembelajaran IPA di SMP.

IMG_5890e

IMG_5920e

InOMN 2015 di Kampus 3 UAD

Logo_2013_smPusat Studi Astronomi dan Kelompok Studi ANDROMEDA akan menyelenggarakan malam observasi Bulan pada tanggal 19 September 2015. Acara ini dalam rangkaian International Observation The Moon Night (InOMN) yang dilakukan secara serempak di seluruh penjuru dunia. Tahun ini, kami akan mengadakan di Lapangan Basket (Parkir Lab) Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan. Acara berlangsung Continue reading

Observasi 1 Syawal 1436 H

Problematika awal bulan pada kalender Qamariyah masih terjadi. Tanggal 14 Juli 2015, kepala Pusat Studi Astronomi diundang sebagai salah satu pembicara dalam kolokium astronomi di gedung PP Muhammadiyah di Jakarta Pusat. Kolokium membahas sejumlah ide, gagasan, ulasan, dan analisis tentang sistem kalender Qamariyah khususnya untuk menyambut penentuan Continue reading

Kemah Bintang bersama Pramuka UAD

Kemah Bintang (MABIT) dilaksanakan pada tanggal 24 – 25 Mei 2014 di Observatorium Kampus Empat, UAD. Kegiatan kemah semalam ini terlaksana atas kerjasama PASTRON dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UAD. MABIT terlaksana berawal dari ide untuk mengenalkan Astronomi pada masyarakat melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Sebenarnya, Pramuka sudah mengenal dan menggunakan Astronomi khususnya pada kegiatan navigasi. Seperti pada kegiatan dengan Boy Scout of America, JIS, pramuka UAD bisa menggunakan seberapa bagus kemampuan Astronomi untuk merencanakan tingkatan pada tanda kecakapan khusus.

Sebagai langkah awal, MABIT dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan awal tentang Astronomi pada anggota Pramuka. Materinya diantaranya :

  1. Pengenalan teleskop dan binokuler
  2. Navigasi dengan rasi bintang Crux dan Centaury
  3. Observasi Planet Mars dan Saturnus
  4. Pengenalan rasi bintang dan obyek – obyek Deep Sky

Selain itu, peserta MABIT belajar teknik astrofotografi dengan berbagai obyek, diantaranya Milkyway atau galaksi Bimasakti dan Saturnus. Pelatih astrofotografi adalah Ronny  Syamara dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).

 

 

Observasi V for Venus

Observasi malam yang diadakan pada tanggal 3-4 Mei 2014 di Observatorium Kampus Empat adalah observasi pertama yang mengagendakan pengamatan langit malam sampai pagi hari. Beberapa planet yang bisa diamati saat itu adalah Jupiter, Mars, dan Venus. Planet Venus memang sudah dikenal sebagai bintang fajar di masyarakat Indonesia. Sehingga, peserta observasi antusias untuk mengenali titik cahaya yang manakah yang diidentifikasi sebagai planet Venus. Langkah selanjutnya adalah mengamatinya dengan bantuan teleskop.

Selain planet, peserta observasi malam belajar tentang rasi bintang, termasuk pengenal tentang rasi layang-layang atau salib selatan yang bisa digunakan sebagai navigasi. Peserta observasi sebagian besar adalah mahasiswa pendidikan Fisika, dapat memperoleh pengalaman menikmati indahnya galaksi Bimasakti. Meteor pun sempat terlihat di langit dan bercahaya terang sekitar 5 detik menuju ke arah Selatan.

Observasi Gerhana Matahari Sebagian 2014

Gerhana Matahari Cincin terjadi di beberapa bagian wilayah Bumi terutama di Selatan. Indonesia cukup beruntung bisa mengamati Gerhana Matahari ini sebagai Gerhana Matahari Sebagian. Namun, durasi Gerhana Matahari Sebagian sangat singkat, kurang dari 3 menit. Bahkan, piringan Matahari yang tertutup oleh piringan Bulan pun juga sangat kecil, yaitu 0,1 – 0,2%. Hal ini membuat observasi semakin sulit.

Namun, kesempatan ini sayang untuk dilewatkan. Maka, PASTRON mengadakan observasi Gerhana Matahari Sebagian di Observatorium Kampus Empat tanggal 29 April. Observasi juga dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fisika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Mereka juga membawa teleskop refraktor yang dilengkapi dengan filter matahari.

 

Alat tracking Matahari buatan mahasiswa Teknik Elektro, Burhanudin Latief, dibawah bimbingan Dr Muchlas Arkanuddin dan Yudhiakto Pramudya, Ph.D, digunakan untuk mengikuti gerakan Matahari. Sehingga, piringan Matahari selalu berada di medan pandang teleskop. Meskipun kami tidak berhasil melihat perbedaan antara Matahari dan Matahari yang mengalami gerhana, kami tetap mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang observasi Matahari.

Star Party Undangan HAAJ dan Boy Scout of America JIS

star partyHimpunan Astronomi Amatir Jakarta mendapat undangan untuk melakukan pelatihan kepada pramuka yang tergabung dalam Boy Scout of America. Pelatihan tersebut dalam rangka peraihan merit badge atau semacam tanda kecakapan khusus dalam kepanduan. Anggota HAAJ yang tergabung dalam tim pelatih sebanyak 4 orang, termasuk kepala PASTRON.  Kepala PASTRON sebagai anggota senior HAAJ yang memiliki kemampuan astronomi dan bahasa Inggris dengan baik diminta untuk membantu Rayhan, Aziz, dan Tri.

Pelatihan berlangsung pada tanggal 12 – 13 April 2014 di Pulau Pramuka. Tempat ini dipilih karena untuk pengaruh polusi cahaya dari kota Jakarta tidak besar. Namun, ternyata langit pada sore hari berawan sekali. Sehingga, pelatihan pengamatan bintang diganti dengan menyaksikan program Stellarium dan Starry Night dan juga film dokumenter tentang polusi cahaya. Selepas dini hari, langit terbuka dengan indahnya. Deretan rasi bintang, Bulan dan tentunya Galaksi Bima Sakti terlihat di langit malam. Pagi harinya, pengamatan Matahari dilakukan dengan teleskop yang dilengkapi dengan filter matahari.

 

 

Kelas Observasi Kuliah Astronomi April 2014

Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mata kuliah Astronomy, maka kelas observasi diadakan di Observatorium Kampus Empat. Observasi pada Kamis malam, tanggal 10 April 2014, berlangsung dengan cukup baik, meskipun hujan rintik. Kelas Observasi dihadiri oleh semua mahasiswa. Mahasiswa belajar tentang bagaimana memasang teleskop refraktor dengan Equatorial Mounting dan mensejajarkan dengan kutub selatan bola langit.

Target observasi adalah pengamatan Bulan.  Namun, beberapa kali hujan rintik dan mendung menghalangi pengamatan. Bulan dapat teramati sekitar 15 menit. Mahasiswa melaporkan hasil observasi pada lembar observasi lengkap dengan sketsa permukaan Bulan yang berhasil mereka amati.