Tak Hanya Gerhana Bulan Total, Maret 2026 Dipenuhi Beberapa Fenomena Langit Menarik

Bulan Maret 2026 menjadi momen istimewa bagi para pecinta astronomi. Tak hanya menghadirkan fenomena Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, langit juga diramaikan oleh sejumlah peristiwa menarik lain seperti konjungsi antarplanet, fase Bulan Baru, hingga peristiwa ekuinoks yang menandai perubahan musim secara astronomis. Rangkaian fenomena ini dapat diamati dari Indonesia dengan waktu pengamatan yang bervariasi.

Beberapa fenomena astronomis bulan Maret 2026

Puncak perhatian publik tentu tertuju pada Gerhana Bulan Total yang berlangsung pada 3 Maret 2026 pukul 18.04–21.23 WIB. Dalam peristiwa gerhana bulan ini yang juga bertepatan dengan tanggal 15 Ramadhan 1447 H, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga saat fase totalitas akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu, meskipun penggunaan binokular atau teleskop akan membantu melihat detail permukaan Bulan selama gerhana berlangsung.

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, BMKG Ingatkan Waktu Pengamatan Bergantung  Cuaca - Radarpalu.Jawapos.com

Selain gerhana, pada 8 Maret terjadi konjungsi Venus dan Saturnus dengan jarak sudut sekitar 1 derajat, sehingga keduanya tampak berdekatan di langit. Fenomena serupa kembali terjadi pada 15 Maret saat Mars dan Merkurius berada dalam jarak sudut sekitar 3,5 derajat. Konjungsi merupakan peristiwa ketika dua benda langit terlihat berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi, meskipun sebenarnya terpisah sangat jauh di ruang angkasa.

Fenomena lain yang patut diperhatikan adalah fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB, yang menandai awal siklus fase Bulan berikutnya. Sehari setelahnya, tepat pada 20 Maret, terjadi vernal equinox atau ekuinoks Maret, ketika Matahari melintasi garis khatulistiwa langit sehingga durasi siang dan malam hampir sama panjang di seluruh dunia. Momen ini juga menjadi penanda awal musim semi di belahan Bumi utara dan musim gugur di belahan Bumi selatan.

Menjelang akhir bulan, langit kembali menyuguhkan konjungsi Bulan dengan gugus bintang Pleiades pada 23 Maret serta konjungsi Bulan dan Jupiter pada 26 Maret. Rangkaian fenomena ini ditutup dengan kampanye Earth Hour pada 28 Maret pukul 20.30 WIB, yang mengajak masyarakat mematikan lampu selama satu jam sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan banyaknya peristiwa astronomi sepanjang bulan, Maret 2026 menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan literasi sains sekaligus menikmati keindahan langit malam. (mld)