Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua 2026 – Pusat Studi Astronomi UAD Libatkan Tiga Titik Observasi

Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut ambil bagian dalam kampanye nasional pengamatan fenomena okultasi asteroid (1201) Strenua yang berlangsung pada Minggu malam, 26 April 2026. Melalui tiga titik pengamatan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, tim berhasil mengumpulkan data penting untuk analisis karakteristik asteroid.

Fenomena okultasi terjadi ketika asteroid melintas tepat di depan bintang latar, dalam hal ini bintang HIP 35933 di rasi Gemini. Peristiwa ini menyebabkan cahaya bintang tampak “menghilang” dalam waktu sangat singkat. Meski hanya berlangsung beberapa detik, momen ini menyimpan informasi krusial bagi astronom, terutama untuk memperkirakan ukuran dan bentuk asteroid berdasarkan durasi serta lintasan bayangannya di permukaan Bumi.

Dalam kegiatan yang dikoordinasi oleh Observatorium Bosscha ini, Pusat Studi Astronomi UAD menjadi bagian dari 36 institusi yang terlibat. Untuk mendukung kelengkapan data, tim UAD membagi pengamatan ke dalam tiga lokasi strategis yang merepresentasikan area positif, sigma (perbatasan), dan negatif.

Titik pertama berada di Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak, Temanggung, yang termasuk dalam jalur okultasi positif. Di lokasi ini, tim berhasil merekam kejadian okultasi menggunakan teleskop Celestron C6N yang dipadukan dengan kamera CCD Skyris 274M. Data yang diperoleh menunjukkan penurunan intensitas cahaya bintang saat asteroid melintas, yang kemudian direkam dalam bentuk kurva cahaya.

Pengamatan di area sigma dilakukan di SD Muhammadiyah Payaman, Secang, Magelang. Lokasi ini menjadi penting karena berada di batas lintasan bayangan asteroid. Dengan dukungan teleskop William Optics, mounting Losmandy, serta kamera ZWO ASI 678MC, tim berupaya menangkap kemungkinan terjadinya okultasi parsial yang berguna untuk memperkaya analisis bentuk asteroid.

Sementara itu, titik ketiga ditempatkan di Observatorium UAD sebagai area negatif atau kontrol. Di lokasi ini, bintang target tetap terlihat tanpa mengalami okultasi. Pengamatan dilakukan bersama Kelompok Studi Andromeda UAD dan Stasiun Geofisika Sleman BMKG, sehingga data yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pembanding untuk memvalidasi hasil dari lokasi lainnya.

Seluruh proses pengamatan dilakukan dengan sinkronisasi waktu yang ketat guna memastikan akurasi pencatatan. Tidak lama setelah pengamatan berlangsung, laporan awal terkait hasil dan kendala teknis disampaikan kepada Observatorium Bosscha sebagai bagian dari evaluasi bersama.

Kegiatan ini kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengamatan astronomi, khususnya untuk fenomena yang memerlukan cakupan wilayah luas seperti okultasi asteroid. Meskipun kondisi cuaca masih menjadi tantangan, upaya pengembangan teknologi observasi dan pengolahan data terus dilakukan. Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Astronomi UAD tidak hanya berkontribusi pada pengumpulan data ilmiah, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam jaringan pengamatan fenomena langit berskala global.