Nama Pastron UAD Ikut Mengorbit ke Bulan, Simak Fakta Menarik Misi Artemis II NASA
Misi Artemis II resmi meluncur ke ruang angkasa pada 1 April 2026 (waktu Amerika Serikat) dari Kennedy Space Center, menandai penerbangan berawak pertama manusia menuju orbit Bulan dalam lebih dari 50 tahun sejak era Apollo. Misi berdurasi sekitar 10 hari ini membawa empat astronot, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka diluncurkan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan menumpang wahana Orion untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Peluncuran Misi Artemis II dari Kennedy Space Center, 1 April 2026 (credit: wired.com)
Misi ini bertujuan untuk menguji secara menyeluruh sistem penerbangan berawak di luar orbit rendah Bumi, termasuk performa roket, sistem navigasi, komunikasi jarak jauh, serta kemampuan wahana Orion dalam menjaga keselamatan awak selama perjalanan menuju dan mengelilingi Bulan. Selain itu, Artemis II juga menjadi langkah krusial dalam mempersiapkan misi pendaratan manusia berikutnya pada program Artemis, yang ditargetkan membawa manusia kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan dalam waktu dekat.
Secara garis besar, perjalanan Artemis II dimulai dengan peluncuran dari Bumi, dilanjutkan dengan manuver menuju orbit translunar (Trans-Lunar Injection) yang membawa wahana keluar dari pengaruh gravitasi Bumi. Setelah beberapa hari perjalanan, Orion akan mengelilingi Bulan dengan lintasan flyby untuk menguji sistem navigasi dan observasi. Awak kemudian akan melakukan berbagai eksperimen serta pengujian sistem selama berada di ruang angkasa sebelum kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik.

Mission Timeline Artemis II (credit : livescience.com)
Menariknya, selain membawa empat astronot, NASA juga mengikutsertakan partisipasi publik global melalui program “Send Your Name with Artemis”. Sebanyak 5.647.889 nama dari seluruh dunia dikirimkan untuk ikut dalam perjalanan ini, termasuk nama Pastron UAD. Nama-nama tersebut tidak dibawa secara fisik dalam bentuk dokumen, melainkan disimpan dalam sebuah perangkat penyimpanan digital (microchip/SD card) berkapasitas tinggi.
Perangkat tersebut kemudian ditempatkan di dalam boneka maskot yang turut dibawa ke dalam kabin wahana Orion. Boneka ini berfungsi sebagai indikator gravitasi nol (zero gravity indicator), yaitu penanda visual bagi awak dan pengamat di Bumi bahwa wahana telah mencapai kondisi mikrogravitasi. Ketika roket mencapai orbit dan kondisi tanpa bobot, boneka akan mulai melayang di dalam kabin, menjadi simbol bahwa jutaan nama dari seluruh dunia, termasuk Pastron UAD, secara simbolis ikut “mengorbit” Bulan bersama misi Artemis II.
Keikutsertaan nama Pastron UAD dalam misi ini menjadi bentuk partisipasi dalam eksplorasi antariksa global, sekaligus menunjukkan bahwa semangat dan kontribusi dari Indonesia, khususnya Universitas Ahmad Dahlan, turut hadir dalam tonggak sejarah baru penjelajahan manusia ke luar angkasa.



