Cahaya Pertama Teleskop Sky-Watcher Skymax 150 di Observatorium UAD Berhasil Tangkap Citra Planet Saturnus
Jumat, 12 Desember 2025, Observatorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil melakukan first light atau cahaya pertama menggunakan teleskop terbaru, Sky-Watcher Skymax 150, dengan objek pengamatan berupa planet Saturnus. Pemotretan ini merupakan dimulainya pemanfaatan teleskop tersebut untuk kegiatan observasi astronomi, pendidikan, dan riset di lingkungan Observatorium UAD. Pengamatan perdana dilakukan pada malam hari dengan kondisi cuaca yang relatif mendukung. Saturnus dipilih sebagai target utama karena karakteristiknya yang ikonik, terutama sistem cincinnya, sekaligus sebagai objek uji untuk menilai performa optik teleskop. Hasil citra menunjukkan piringan Saturnus beserta cincinnya yang tampak jelas, menandakan kualitas optik Skymax 150 bekerja dengan baik pada pemakaian pertama.
Teleskop Sky-Watcher Skymax 150 merupakan teleskop tipe Maksutov-Cassegrain dengan aperture 150 mm yang dirancang untuk pengamatan objek Tata Surya seperti Bulan dan planet. Dengan desain optik yang kompak serta fokus panjang, teleskop ini mampu menghasilkan citra beresolusi tinggi dan kontras yang baik, sehingga sangat sesuai untuk pengamatan planet seperti Jupiter dan Saturnus. Proses first light ini juga menjadi tahapan penting dalam kalibrasi dan penyesuaian sistem teleskop, mulai dari pemasangan pada mount, penyelarasan optik, hingga uji pengambilan citra menggunakan kamera astronomi. Keberhasilan menangkap citra Saturnus pada pengamatan awal menjadi indikator bahwa teleskop siap digunakan untuk agenda observasi selanjutnya.
Ke depan, Sky-Watcher Skymax 150 akan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan Observatorium UAD, termasuk observasi rutin, praktikum mahasiswa, kegiatan edukasi publik, serta dokumentasi fenomena astronomi. Kehadiran teleskop ini diharapkan dapat memperkuat peran Observatorium UAD sebagai pusat edukasi dan literasi astronomi di Yogyakarta.
Dengan ini, Observatorium UAD resmi menambah instrumen dalam mendukung pengamatan langit dan pengembangan ilmu astronomi, sekaligus membuka peluang pengamatan objek-objek Tata Surya secara lebih detail di masa mendatang.





