PASTRON UAD Adakan Pengamatan Langit Inklusif Bagi 39 Siswa SLB

Yogyakarta, 1 Oktober 2026 – Pusat Studi Astronomi (PASTRON) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Pusat Studi Disabilitas UAD menyelenggarakan kegiatan PELANGI (Pengamatan Langit Inklusif) pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Observatorium UAD. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendanaan IN-SAINTEK 2026 bertajuk “Diseminasi Astronomi Inklusif untuk Penguatan Literasi Sains dan Teknologi Masyarakat”.

Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala Brin LPPM dan Kepala PASTRON UAD

Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita dari tiga sekolah, yaitu SLB Damayanti Sleman, SLB Negeri 1 Bantul, dan SLB Wiyata Dharma 3 Sleman. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UAD yang sekaligus memberikan sambutan, dilanjutkan sambutan dari Kepala Badan Riset dan Inovasi LPPM UAD. Kegiatan ini turut mengundang para kepala pusat studi di lingkungan UAD serta perwakilan Bidang Perengkingan BPPU UAD.

Sesi Meraba Alat Peraga Astronomi

Setelah sesi pembukaan, para peserta mengikuti tur edukatif ke berbagai fasilitas Observatorium UAD, meliputi ruang kendali, ruang kubah, Taman Angkasa, dan ruang galeri. Di ruang kendali, siswa diperkenalkan dengan instrumen serta hasil pengamatan astronomi. Sementara itu, di ruang kubah, peserta mengenal teleskop utama PlaneWave CDK17 dan menyaksikan mekanisme pengoperasian kubah. Siswa tunanetra juga diberikan kesempatan meraba bagian teleskop untuk mengenali bentuk dan strukturnya.

Di Taman Angkasa, siswa tunarungu dan tunagrahita berkesempatan mengamati Matahari menggunakan teleskop khusus pengamatan Matahari, sedangkan siswa tunanetra diperkenalkan dengan teleskop dan media Matahari taktil. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke ruang galeri untuk mengenal berbagai alat peraga astronomi, termasuk bola langit taktil serta model permukaan kawah Bulan dan Mars yang dapat dipelajari melalui sentuhan.

Foto Bersama di Taman Angkasa

 

Melalui kegiatan PELANGI, PASTRON UAD bersama Pusat Studi Disabilitas UAD berupaya menghadirkan pengalaman belajar astronomi yang dapat diakses oleh semua kalangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan penglihatan, pendengaran, maupun kemampuan intelektual bukanlah penghalang untuk mengenal alam semesta. Dengan pendekatan pembelajaran yang inklusif, astronomi dapat dipelajari dan dinikmati oleh siapa saja, karena langit adalah milik semua orang. (Msl)