Category Archives: Observasi

Bintik Matahari dan Hari Tanpa Bayangan

Bintik matahari (sun spots) berhasil diamati pada observasi matahari 1 Maret 2014 di Observatorium Kampus Empat. Observasi kali ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peristiwa hari tanpa bayangan. Peristiwa hari tanpa bayangan bisa terjadi pada saat lintang suatu tempat sama dengan sudut deklinasi matahari. Sehingga, pada saat tengah hari, bayangan pada suatu benda akan menghilang. Karena, pada saat itu, matahari akan tepat berada di zenit.

Citra matahari dihasilkan oleh teleskop skywatcher dengan diameter 90 mm dan kamera digital saku nikon coolpix L28. Citra kemudian diolah dengan GIMP untuk menghasilkan citra yang lebih jelas. Kemudian, citra dikonfirmasikan dengan citra matahari yang dihasilkan oleh SOHO.

 

Selain itu, peneliti dan mahasiswa mencoba mempraktekkan cara pengukuran arah kiblat dengan menggunakan replika Mizwala. Dengan bantuan software penunjuk matahari, kami dapat menentukan arah kiblat di Observatorium Kampus Empat.

 

 

Percobaan Pertama Pengamatan Bintang Variabel

Pengamatan bintang variabel tidak berjalan dengan mulus karena beberapa kendala. Diantaranya faktor cuaca dan peralatan yang belum sempurna. Pengamatan bintang variabel nu gemini dengan menggunakan teleskop refraktor mounting equatorial dan CMOS dari webcam. Meskipun tidak berhasil dilakukan observasi dengan baik, kami berhasil membidik Jupiter dan melakukan berbagai rencana untuk perbaikan alat terutama webcam.

Pengamatan tracking Bulan juga tertunda karena Bulan tertutup mendung. Pengamatan di Observatorium Kampus Empat (OKE) akan di lakukan esok hari dengan catatan cuaca mendukung.

Observasi Tracking Matahari

PASTRON melakukan observasi matahari di kampus 2 UAD pagi ini tangal 22 Januari 2014. Observasi dilakukan dengan menggunakan teleskop skywatcher refraktor dilengkapi dengan  filter matahari. Teleskop dan filter matahari yang dipakai adalah milik Pasca Sarjana Pendidikan Fisika UAD. Observasi ini juga sekaligus sebagai eksperimen alat tracker benda langit yang dibuat oleh mahasiswa S1 Teknik Elektro UAD, Burhanudin Latief. Langit Jogja pada pagi hari lebih baik daripada siang hari dan sore hari. Matahari dapat diamati meskipun beberapa kali sempat tertutup awan.

DSCN2541 DSCN2539

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Observasi akan dilakukan selama beberapa hari ke depan karena set up alat yang masih belum sempurna.