Category Archives: Konferensi

PASTRON Mengikuti ITCA Colloquium 2018 Vietnam

Dengan dukungan dari Prodi Pendidikan Fisika UAD, PASTRON yang diwakili oleh Kepala PASTRON mengikuti Internacional Training Center for Astronomy (ITCA) Colloquium 2018. Colloquium kali ini mengambil tema Workshop on Astronomy and Astrophysics.

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

 

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 23-27 Juli 2018 bertempat di Nha Trang, Vietnam. Acara ini terselenggara berkat kerjasama NARIT, UNESCO, dan VNSC. Pengajar, baik guru, dosen maupun pengajar informal dari berbagai negara terutama Asia mengikuti kegiatan ini.

 

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

 

Para peserta antusias mengikuti sepuluh kuliah, praktik, dan kunjungan. Para pengajar mempunyai kualifikasi astronomi dan astrofisika yang mumpuni.

Diskusi Bahasa Isyarat Astronomi di SLB 2 Bantul

IMG-20171214-WA0002

Kepala PASTRON UAD di dampingi Riska dan Delta mahasiswa S1 Pendidikan Fisika  mengunjungi SLB 2 Bantul pada tanggal 14 Desember 2017. Kunjungan ini dalam rangka diskusi dengan ibu Sri Suharyatri, guru SLB 2 Bantul. Kami belajar bahasa isyarat dan akan merumuskan bahasa isyarat untuk kosakata astronomi. Kegiatan ini sebagai bagian dari  program international Astronomi Union

IMG-20171214-WA0001

Training Of trainer (ToT) Pelatihan Ukur Arah Kiblat

 

IMG-20171212-WA0027

Pusat Tarjih mengadakan Training of trainer(ToT) Pelatihan Ukur Arah Kiblat pada tanggal 12 Desember 2017 di gedung baru kampus 4 UAD. Kepala Pusat Studi Astronomi menghadiri kegiatan ini sebagai peserta. Bapak Oman dari MTT PP Muhammadiyah dan Bapak Mutoha dari Rukyatul Hilal Indonesia menjadi narasumber.

seteleh mendapatkan pelatihan, peserta membentuk tim pengukuran arah kiblat yang siap untuk melayani pelatihan dan pengukuran arah kiblat.

IMG-20171212-WA0029 IMG-20171212-WA0028

Pertemuan Pembahasan Kalender Islam Global Tunggal

IMG_20160617_094722Untuk menindaklanjuti Kongres International Penyatuan Kalender yang diadakan di Turki pada akhir Mei lalu, diadakan Seminar Nasional dan Temu Ahli Falak Muhammadiyah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta. Pertemuan yang diadakan oleh Islamic Science Research Network dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini diadakan pada tanggal 17 dan 18 Juni 2016. Seminar nasional dihadiri oleh Bapak Menteri Agama selaku keynote speaker Continue reading

Pastron Adakan Seminar Astronomi

candiAstronomi atau ilmu perbintangan sudah tak asing lagi dalam budaya Nusanara ini. Kita pasti sudah mengenal istilah gubug penceng, waluku, wuluh, dan sapi gumarang. Ya, itulah beberapa penamaan rasi-rasi bintang dalam bahasa Jawa. Sudah barang tentu, di daerah dan budaya lain pasti mempunyai istilah yang berbeda-beda.

Kekayaan dan kearifan lokal Nusantara masih banyak yang belum dikaji dan diteliti. Khususnya budaya lokal Continue reading

Sosialisasi Hisab 1435 H

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan sarasehan dan sosialisasi Paham Hisab 1435 Hijriyah di kantor PP Muhammadiyah pada tanggal 29 Mei 2014. Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pengurus Majelis tarjih dan Tajdid menjelaskan tentang paham Hisab (perhitungan) yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk penentuan awal bulan Hiriyah. Selain itu, peserta juga diberikan untuk kesempatan berdiskusi dan berbagi tentang problematika pensosialisasian keputusan dan pedoman Hisab pada masyarakat.

Perbedaan dalam metode penentuan awal bulan menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat yang bingung dalam memulai ibadah terutama yang berkaitan dengan awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah. Metode Hisab yang digunakan oleh PP Muhammadiyah adalah Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Kriteria yang digunakan untuk penentuan awal bulan Hiriyah adalah

  1. Telah terjadi ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari
  2. Ijtimak atau konjungsi Bulan dan Matahari terjadi sebelum Matahari terbenam
  3. Pada saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam

Kriteria tersebut berdasarkan petunjuk pada kitab suci Al Quran surat Ya Sin ayat 39 dan 40.

Untuk 1435 H, PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

A. Ramadhan 1435 H

  1. Ijtimak jelang Ramadhan 1435 H terjadi pada hari Jumat Pahing, 27 Juni 2014 M pukul 15:10:21 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 31 menit dan 17 detik
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

B. Syawal 1435 H

  1. Ijtimak jelang Syawal 1435 H terjadi pada hari Ahad Pahing, 27 Juli 2014 M pukul 05:43:39 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 3 derajat 37 menit dan 48 detik

C. Dzulhijah 1435 H

  1. Ijtimak jelang Dzulhijah 1435 H terjadi pada hari Rabu Legi, 24 September 2014 M pukul 13:15:45 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 30 menit dan 04 detik.
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

Sehingga PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

Tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Sabtu Pon, 28 Juni 2014 M.

Tanggal 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin Pon, 28 Juli 2014 M.

Tanggal 1 Dzulhijah 1435 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 25 September 2014 M.

Hari Arafah (9 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Jumat Kliwon, 3 Oktober 2014 M.

‘Idul Adha (10 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Sabtu Legi, 4 Oktober 2014 M.

 

Meskipun PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab untuk menentukan awal bulan Hiriyah, namun Muhammadiyah tidak berhenti belajar untuk mempelajari teknik Rukyat (Observasi). Pusat Studi Astronomi UAD diberikan kesempatan untuk membantu pemutakhiran Hisab dan pelatihan Rukyat.

 

sumber :

  1. Maklumat Pimpina Pusat Muhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/E/2014
  2. Argumentasi Hisab Muhammadiyah, 2014

Berita Workshop m Science and Science Dissemination for the Disabled

Berita tentang Workshop m Science and Science Dissemination for he Disabled yang diselenggarakan di ICTP telah dipublikasikan.

http://www.ictp.it/about-ictp/media-centre/news/2014/2/accessible-science.aspx

 

Accessible Science

ICTP promotes m-Science and science dissemination for people with disabilities
Participants of the WorkshopParticipants of the Workshop

17/02/2014 – Trieste

Scientific activities at ICTP are not just about increasing competence within the scientific community but also ensuring that the knowledge reaches those who may not have easy access to science. This idea was at the core of a recently held workshop on m-Science and science dissemination for people with disabilities. The workshop, which ran on 6 and 7 February 2014, was organised by ICTP’s Science Dissemination Unit (SDU). It brought together two ideas that can make science more accessible and inclusive. “The hope is to create innovative channels of communication based on the integration of different open, affordable, and mobile technologies for educating people with disabilities,” says Enrique Canessa, coordinator of SDU.

M-Science, or mobile science, uses mobile technology in powerful new ways to carry out scientific research, share results and disseminate knowledge in affordable ways. The SDU has been tapping into mobile technology (mobile phones, tablets, netbooks, etc.), the use of which has become almost ubiquitous around the world, to nurture scientific culture, especially in developing countries. This workshop was a continuation of the first one on m-Science held in 2010.

The workshop began with a focus on the latest developments in m-Science, including mobile data collection and environmental monitoring, remote sensing at large scales, capturing brainwave data on mobile devices, and m-Learning. “M-Science has the potential to change science education in developing countries because mobile devices can be used as effective learning tools to access knowledge and at one’s own pace,” says Canessa.

Day two gave participants insights into how science can be made accessible to people with disabilities. Canessa points out that people with disabilities face the risk of exclusion from science education or even education altogether, and the situation is exacerbated in developing countries due to high costs of rehabilitation techniques or lack of awareness about the available technologies.

To address these issues, speakers at the workshop presented interesting initiatives to take science to people with disabilities. These initiatives included “Astro vers Tous”, presented by Dominique Proust from the Observatoire de Meudon in France, which promotes studies in astronomy for people with hearing impairments. Other speakers introduced novel concepts to the participants, ranging from using 3-D printing technologies for building prosthetic limbs to developing science education methods for students with visual and speech impairments and developing a science syllabus to reach out to those with autism.

Recordings of these discussions are available on the ICTP.tv website under the Conferences link.

Partisipasi di Workshop M-Science

Kepala Pusat Studi Astronomi, Yudhiakto Pramudya menghadiri workshop m-science and science dissemination for the disabled di ICTP (International Centre for Theoretical Physics), Italia. Workshop diadakan pada tanggal 6-7 Februari 2014. Pada Workshop m-science peserta mempresentasikan penelitian tentang penggunaan piranti mobile untuk menunjang proses pengajaran dan penelitian. Diantaranya, optimasi sensor mobil dan HP yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya penentuan perilaku mengemudi seorang sopir yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan asuransi.

Pada workshop hari kedua, Pramudya mempresentasikan penelitian tentang pendidikan astronomi untuk tuna netra. Penelitian tersebut dibantu oleh 2 mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Fisika UAD, Yesi Farida dan Fitri Nur Hikmah. Ternyata, kegiatan diseminasi sains khususnya astronomi telah mulai dilakukan oleh teman-teman peneliti dari Portugal, Amerika Serikat, Perancis, Argentina dan negara-negara lainnya.

Pada workshop tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk melihat dari dekat printer 3D yang berguna untuk pengajaran sains pada tuna netra. Selain itu, peserta mencoba membuat applikasi tanpa harus belajar coding, yaitu dengan menggunakan software gratis MITappinventor. Demo Arduino juga diberikan sebagai alat untuk menunjang penelitian dan pengajaran. Yang menariknya lagi, peserta workshop mendapatkan kesempatan mencoba berbagai alat peraga pendidikan sains di Scientifico Imaginario, yaitu Pusat Peragaan IPTEK.

 

Partisipasi di Winter School on Radio Astronomy

Pada tanggal 27 sampai dengan 30 Januari 2014 lalu, mahasiswa S2 Pendidikan Fisika yang sekaligus sebagai peneliti Pastron terpilih untuk mengikuti Winter School on Introductory Radio Astronomy. Winter School ini diadakan di NARIT (National Astronomical Research in Thailand) di Chiang Mai, Thailand. NARIT dan Korea Astronomy and Space Science Institute (KASI) bekerjasama mengadakan Winter School ini untuk mengantisipasi perkembangan riset astronomi radio di Asia, khususnya di Asia Tenggara.

Pada Winter School ini, peserta mendapatkan pelatihan yang terdiri atas pengenalan  astronomi radio, instrumentasi, dan pengolahan data observasi. Selain itu, profesor dari Selandia dan negara-negara Asia Tenggara melaporkan perkembangan riset astronomi radio. Peneliti pastron, Fitria Sarnita mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pengolahan data observasi pada Winter School tersebut.