Pemilihan Pengurus Baru ANDROMEDA

Selamat kepada ketua, wakil ketua dan pengurus Kelompok Studi ANDROMEDA yang baru masa periode 2015 – 2016. Acara pemilihan dilakukan di kampus 3 UAD pada hari Rabu tanggal 25 November 2015. Acara diawali dengan paparan oleh 5 calon ketua dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Acara puncak yaitu pemungutan suara berlangsung dengan sangat ketat. Akhirnya Ricka terpilih sebagai Ketua dan Nanang sebagai wakil ketua. Ketua KS ANDROMEDA 2014 – 2015, Muarif menyerahkan kepemimpinan kepada pengurus baru secara simbolik dengan serah terima Kartu Pos dari ICTP, Italia.

IMG_20151125_171748

Dan tentunya, terimakasih kepada Pengurus KS ANDROMEDA 2014 – 2015 atas kerja istimewanya.

Seratus Tahun Teori Relativitas

25 November 2015, Albert Einstein mengemukakan teorinya tentang Teori Umum Relativitas. Sebuah teori yang menawarkan persamaan yang digunakan untuk melakukan kuantisasi dinamika Alam Semesta. Sebuah teori yang menjelaskan tentang bagaimana Hukum Gravitasi nya Newton bisa berlaku.

Video singkat yang mencerahkan dari Brian Greene

Dan peringatan 100 tahun dengan video singkat ini

Dan pemberitaan tentang seabad teori ini ada di New York Times http://www.nytimes.com/2015/11/24/science/a-century-ago-einsteins-theory-of-relativity-changed-everything.html

Dan infografisnya :

relativity-how-it-works-150304e-02
sumber : http://www.space.com/28738-einstein-theory-of-relativity-explained-infgraphic.html

InOMN 2015 di Kampus 3 UAD

Logo_2013_smPusat Studi Astronomi dan Kelompok Studi ANDROMEDA akan menyelenggarakan malam observasi Bulan pada tanggal 19 September 2015. Acara ini dalam rangkaian International Observation The Moon Night (InOMN) yang dilakukan secara serempak di seluruh penjuru dunia. Tahun ini, kami akan mengadakan di Lapangan Basket (Parkir Lab) Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan. Acara berlangsung Continue reading

Observasi 1 Syawal 1436 H

Problematika awal bulan pada kalender Qamariyah masih terjadi. Tanggal 14 Juli 2015, kepala Pusat Studi Astronomi diundang sebagai salah satu pembicara dalam kolokium astronomi di gedung PP Muhammadiyah di Jakarta Pusat. Kolokium membahas sejumlah ide, gagasan, ulasan, dan analisis tentang sistem kalender Qamariyah khususnya untuk menyambut penentuan Continue reading

Pastron Adakan Seminar Astronomi

candiAstronomi atau ilmu perbintangan sudah tak asing lagi dalam budaya Nusanara ini. Kita pasti sudah mengenal istilah gubug penceng, waluku, wuluh, dan sapi gumarang. Ya, itulah beberapa penamaan rasi-rasi bintang dalam bahasa Jawa. Sudah barang tentu, di daerah dan budaya lain pasti mempunyai istilah yang berbeda-beda.

Kekayaan dan kearifan lokal Nusantara masih banyak yang belum dikaji dan diteliti. Khususnya budaya lokal Continue reading

Pastron Siap Sambut Gerhana Matahari 2016

Lokakarya Nasional, Lapan

Lokakarya Nasional, Lapan

Pada tahun 2016 yang akan datang, tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016, Indonesia akan mengalami peristiwa alam yang amat langka, gerhana matahari total. “Gerhana matahari total menampangkan dirinya pagi hari di wilayah Indonesia pukul 07.15 WIB”, papar mantan Direktur Observatorium Bosscha Bambang Hidayat. Hampir di semua wilayah Indonesia dapat menikmati peristiwa ini. Daerah yang dilintasi gerhana matahari total itu terentang dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan berakhir di Maluku Utara, selebihnya Continue reading

Sosialisasi Hisab 1435 H

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan sarasehan dan sosialisasi Paham Hisab 1435 Hijriyah di kantor PP Muhammadiyah pada tanggal 29 Mei 2014. Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pengurus Majelis tarjih dan Tajdid menjelaskan tentang paham Hisab (perhitungan) yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk penentuan awal bulan Hiriyah. Selain itu, peserta juga diberikan untuk kesempatan berdiskusi dan berbagi tentang problematika pensosialisasian keputusan dan pedoman Hisab pada masyarakat.

Perbedaan dalam metode penentuan awal bulan menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat yang bingung dalam memulai ibadah terutama yang berkaitan dengan awal Bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah. Metode Hisab yang digunakan oleh PP Muhammadiyah adalah Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Kriteria yang digunakan untuk penentuan awal bulan Hiriyah adalah

  1. Telah terjadi ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari
  2. Ijtimak atau konjungsi Bulan dan Matahari terjadi sebelum Matahari terbenam
  3. Pada saat Matahari terbenam, Bulan belum terbenam

Kriteria tersebut berdasarkan petunjuk pada kitab suci Al Quran surat Ya Sin ayat 39 dan 40.

Untuk 1435 H, PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

A. Ramadhan 1435 H

  1. Ijtimak jelang Ramadhan 1435 H terjadi pada hari Jumat Pahing, 27 Juni 2014 M pukul 15:10:21 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 31 menit dan 17 detik
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

B. Syawal 1435 H

  1. Ijtimak jelang Syawal 1435 H terjadi pada hari Ahad Pahing, 27 Juli 2014 M pukul 05:43:39 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 3 derajat 37 menit dan 48 detik

C. Dzulhijah 1435 H

  1. Ijtimak jelang Dzulhijah 1435 H terjadi pada hari Rabu Legi, 24 September 2014 M pukul 13:15:45 WIB.
  2. Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah 0 derajat 30 menit dan 04 detik.
  3. Pada saat Matahari terbenam, di sebagian wilayah barat Indonesia, hilal sudah wujud dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud.

Sehingga PP Muhammadiyah menetapkan bahwa :

Tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Sabtu Pon, 28 Juni 2014 M.

Tanggal 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin Pon, 28 Juli 2014 M.

Tanggal 1 Dzulhijah 1435 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 25 September 2014 M.

Hari Arafah (9 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Jumat Kliwon, 3 Oktober 2014 M.

‘Idul Adha (10 Dzulhijah 1435 H) jatuh pada hari Sabtu Legi, 4 Oktober 2014 M.

 

Meskipun PP Muhammadiyah menggunakan metode Hisab untuk menentukan awal bulan Hiriyah, namun Muhammadiyah tidak berhenti belajar untuk mempelajari teknik Rukyat (Observasi). Pusat Studi Astronomi UAD diberikan kesempatan untuk membantu pemutakhiran Hisab dan pelatihan Rukyat.

 

sumber :

  1. Maklumat Pimpina Pusat Muhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/E/2014
  2. Argumentasi Hisab Muhammadiyah, 2014