SUPERMOON 14 NOVEMBER 2016

OBSERVASI SUPERMOON

OBSERVATORIUM KAMPUS EMPAT, UAD, 14 November 2016, bada Maghrib – selesai

JANGAN LUPA, mention foto-foto SUPERMON @pastronUAD , instagram : andromeda_uad , FB : Andromeda uad

Dapatkan sticker, dan bila foto terpilih menjadi yang terbaik akan mendapatkan Mug

 

()()()()()()()()()()

 

Berikut adalah naskah radio show ANGKRINGAN ANGKASA tentang SUPERMOON

Sobat ramada tau gak apa itu Super Moon atau Bulan Super?

Mendengar kata super tentunya berhubungan dengan sesuatu yang besar atau lebih dari pada umumnya. Nah, begini ceritanya Supermoon itu.

Supermoon adalah istilah yang biasa digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan Bulan Purnama pada saat jaraknya dari Bumi pada posisi yang paling dekat. Istilah “supermoon” pertama kali digunakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979. Astrolog beda dengan astronom. Astrolog menghubungkan fenomena atau peristiwa astronomi dengan nasib seseorang atau daerah.

Meskipun sering berkaitan dengan Bulan Purnama, Supermoon bisa juga terjadi pada saat fase Bulan baru. Dalam astronomi, Bulan bisa berada di titik terjauh dan terdekat dengan Bumi. Hal ini karena orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran melainkan agak sedikit lonjong atau elips. Titik terjauh dikenal dengan istilah apogee, sobat ramada, sedangkan titik terdekat dikenal dengan istilah perigee. Saat Bulan mencapai titik terdekat atau perigee inilah, terjadilah fenomena yang dikenal dengan Supermoon.

Ketika fenomena ini terjadi, Bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer. Jadi yang berubah diameter tampaknya atau diameter sudutnya, diameter sebenarnya tidak berubah.

Menurut Nolle, Supermoon terjadi ketika Bumi, Bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus di bidang Tata Surya. Sehingga dengan definisi ini, dimungkinkan terdapat 4 hingga 6 kejadian supermoon setiap tahunnya. Menarik untuk diamati kan?

Nah sekarang kita dengar sebuah daftar tanggal terjadinya Supermoon ini. Berikut ini adalah daftar dari masa lalu :

November 10, 1954 ;  November 20, 1972 ;  January 8, 1974  ;  February 26, 1975

December 2, 1990 ;  January 19, 1992  ;  March 8, 1993  ;  January 10, 2005

December 12, 2008  ; January 30, 2010 ;  March 19, 2011 ;

November 14, 2016 yang akan kita lihat

January 2, 2018  ; January 21, 2023 ;  November 25, 2034 ; January 13, 2036

 

Sobat ramada tau gak mitos-mitos yang beredar di masyarakat bahwa. Seperti tadi yang sudah dijelaskan diawal, selalu dihubungkan dengan kejadian atau nasib buruk. Misalnya ada kejadian bencana alam menjelang atau sesudah Supermoon. Padahal Supermoon tidak banyak mempengaruhi dinamika Bumi. Memang sejak seminggu yang lalu, daerah Jawa bagian selatan dan selatan pulau Jawa tepatnya di samudera hindia, terjadi peningkatan aktivitas tektonik yang kita rasakan sebagai gempa. Namun, itu tidak ada hubungannya dengan Supermoon.

Memang fase Bulan baru dan Bulan purnama berkaitan dengan pasang naik dan pasang surut air laut. Namun, perubahan ketinggian dari biasanya tidaklah besar hanya beberapa centimeter pertambahannya. Ingat, yang dimaksud disini adalah ketinggian permukaan laut. Sedangkan tinggi gelombang laut dipengaruhi oleh angin. Sehingga perlu memantau kondisi meteorologis setempat. Info ini bisa didapatkan dari stasiun meteorologi yaitu BMKG.

Ok, sudah siap untuk lebih banyak mendengarkan angka-angka yang berkaitan dengan Supermoon? Angka-angka ini berhubungan dengan kapan mengamati Supermoon, seberapa besar Bulan Purnama, seberapa terang Bulan purnama dan lain-lain.

Pada tanggal 14 November 2016 tepatnya pada pukul 18:23 WIB atau selepas Maghrib dan sebelum Isya, Bulan hanya berjarak sekitar 356.509 km dari Bumi. Jarak ini adalah jarak yang paling dekat, pada tahun 2016. Sedangkan sekitar 2 pekan lalu, saat fase Bulan Baru, Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi atau apogee, pada tahun 2016 ini. Jaraknya adalah 406.662 km. Dan itu terjadi pada 1 November 2016 lalu pada pukul 02:30 WIB. Dalam kurun waktu 2 minggu, jaraknya berubah sejauh 50.153 km. Secara rata-rata, jarak Bumi dengan Bulan adalah 384400 km.

Nah, pada saat apogee yang tadi kita bicarakan, dekat dengan fase Bulan Baru. Pada saat perigee tanggal 14 November 2016, berdekatan dengan fase Bulan Purnama. Purnama akan tepat terjadi pada 14 November 2016 pukul 20:54 WIB. Sehingga, efeknya Bulan Purnama akan tampak lebih besar daripada purnama biasanya. Memang masih ada perbedaan antara waktu perigee yaitu jarak Bulan Bumi paling dekat dengan waktu Purnama. Bila terjadi perbedaan waktu yang kecil, misalnya keduanya terjadi pada jam yang sama, maka Purnama akan terlihat semakin besar. Ada istilah juga extra-close supermoon, yaitu pada saat perigee Bulan bersamaan dengan Bulan Purnama dan pada saat perihelium atau saat Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari. Hal ini pernah terjadi pada tanggal 4 Januari 1912.

Supermoon ini memang berulangkali terjadi. Sebelum 14 november 2016, saat perigee yang berdekatan dengan Purnama adalah tanggal 26 Januari 1948 dengan jarak Bumi Bulan adalah 356.461 km. Lebih dekat daripada 14 November 2016 nanti. Setelah 14 November 2016, kita akan melihat Bulan Purnama pada saat perigee pada tanggal 25 November 2034 dengan jarak Bumi Bulan adalah 356.445 km.

 

Nah supermoon yang terjadi berulang kali ternyata tidak sama besar terlihatnya. Hal itu karena sudah dijelaskan di awal tadi bahwa lintasan Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips atau lonjong. Meskipun masih cenderung ke bentuk lingkaran. Tingkat kelonjongan dalam matematika, kita kenal sebagai eksentrisitas. Nah, nilai eksentritas orbit Bulan adalah 0,0549. Eksentrisitas lingkaran adalah nol. Terlihat kan, nilai eksentrisitas rata-ratanya tidak nol tapi tidak jauh beda dari nol. Nah, nilai eksentrisitas orbit Bulan ternyata berubah ubah, dari 0,0255 sampai dengan 0,0775.

Karena jarak nya mendekat, maka seolah Bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Dalam astronomi, kita menyebutnya sebagai diameter tampak atau diameter sudutnya lebih besar daripada biasanya. Pada 14 November 2016, diameter sudut Supermoon akan lebih besar 7% daripada diameter sudut rata-rata Bulan Purnama. Diameter Bulan Purnama secara rata-rata sekitar setengah derajat. Nah, bila dibandingkan dengan micromoon, yaitu pada saat Bulan berada di jarak terjauhnya, diameter sudut Supermoon akan lebih besar 14% daripada micromoon.

Nah, dengan jarak Bulan yang lebih dekat daripada biasanya, maka cahaya rembulan juga semakin terang. Tingkat terangnya Supermoon lebih terang sekitar 15% daripada biasanya. Atau bila dibandingkan dengan micromoon, maka tingkat terang Supermoon lebih terang 30% daripada micromoon.

Nah, sudah siap untuk mengamati Supermoon? Dan bahkan siap dengan kameranya untuk memotret.

Supermoon tidak akan mudah untuk dikenali perbedaan besarnya dengan Bulan Purnama biasanya. Seperti yang dijelaskan tadi, bahwa Supermoon hanya 7% lebih besar daripada Purnam biasanya.

Trik untuk memotretnya adalah, pilih pada waktu Bulan Purnama baru saja terbit yaitu sekitar Maghrib. Pada saat itu, Bulan masih dekat dengan ufuk Timur. Dan pilihlah daerah sedemikian rupa, sehingga Bulan berdekatan dengan sebuah bangunan sebagai latar depan, untuk membuat Supermoon tampak besar di kamera.

Nah jadi tempatnya bisa di daerah kota. Karena terdapat banyak bangunan sebagai perbandingan ukuran dengan Supermoon. Permasalahannya adalah di daerah perkotaan, arah Timur terhalang oleh bangunan. Sehingga, kita tidak dapat mengamati Bulan Purnama pada saat baru terbit di ufuk Timur.

Ok, kalau begitu, kita cari daerah yang ufuk Timurnya tidak terhalang. Nah, kandidatnya adalah daerah pantai. Namun, kita tidak mempunyai perbandingan gedung layaknya di perkotaan. Bisa juga mencari daerah pantai yang terdapat bukit atau dataran tinggi sebagai perbandingan ukuran Bulan.

Untuk mengamat lebih baik, pastikan daerah tadi yang dipilih tepat meskipun Bulan akan tampak sepanjang malam. Namun, pada saat Bulan berada di atas kepala, perbedaan lebih besarnya susah diamati.

Selain itu, selalu cek perkiraan cuaca setempat sehingga pengamatan dapat optimal.

Tidak ada yang perlu dikahwatirkan dengan fenomena ini, hanya sebuah fenomena astronomi biasa. Namun, kesempatan ini sayang untuk dilewatkan untuk menikmati Bulan bersama keluarga dan kawan-kawan di seluruh dunia. Dan tentunya kami tunggu foto-foto terbaiknya. (silahkan kirim ke FB, instagram andromeda atau twitter @pastronUAD untuk mendapatkan mug bagi foto terbaik)

Sumber : langit selatan, infoastronomi, https://www.theguardian.com/science/2016/nov/10/the-science-of-supermoons-the-lunar-lowdown-on-the-biggest-and-brightest-in-60-years, http://www.space.com/34662-november-supermoon-full-beaver-moon.html , http://earthsky.org/tonight/is-the-september-2016-full-moon-a-supermoon , http://earthsky.org/tonight/closest-supermoon-since-1948

 

 

NB : Hujan meteor North Taurid masih bisa dilihat pada malam hari. Carilah rasi bintang Taurus, nah tunggulah beberapa waktu, maka terlihat sekelebat cahaya terang.

 

Pertemuan Pembahasan Kalender Islam Global Tunggal

IMG_20160617_094722Untuk menindaklanjuti Kongres International Penyatuan Kalender yang diadakan di Turki pada akhir Mei lalu, diadakan Seminar Nasional dan Temu Ahli Falak Muhammadiyah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta. Pertemuan yang diadakan oleh Islamic Science Research Network dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini diadakan pada tanggal 17 dan 18 Juni 2016. Seminar nasional dihadiri oleh Bapak Menteri Agama selaku keynote speaker Continue reading

Observasi Oposisi Mars dengan Remote Telescope Kerjasama OIF UMSU

Pada tanggal 22 Mei 2016, Mars berada pada keadaan oposisi. Pada saat itulah, Planet Mars terlibat lebih terang. Hal ini karena posisi Matahari dan Mars berada pada posisi yang berseberangan relatif terhadap Bumi. Kesempatan ini tentu tidak dilewatkan oleh PASTRON UAD bersama KS ANDROMEDA. Tidak hanya even oposisi Mars saja yang menarik, kali ini, PASTRON UAD dan OIF UMSU menindaklanjuti MoU dengan melakukan remote telescope.

Trial Remote

Trial Remote

 
Sehari sebelumnya, remote access untuk 2 laptop yang berada berdekatan dengan lancar dilaksanakan. Langit di Kampus 4 UAD sedikit berawan, namun Bulan, Mars, Jupiter dan Antares dapat mudah dilihat. Sedangkan pada tanggal 22 Mei, cuaca di UAD cenderung berawan tebal bahkan hujan. Namun, kegiatan remote telescope tetap dijalankan dan berhasil dengan baik meski ada perbedaan waktu terbenamnya Matahari dan terbitnya benda langit lainnya. Kegiatan ini akan rutin dilakukan untuk melatih personil dan kesiapan alat dan sistem.

OIF UMSU Dome

OIF UMSU Dome

 

 

Di Ruang Kontrol UAD

Di Ruang Kontrol UAD

 

Terimakasih Kepada Tim PASTRON UAD dan Tim OIF UMSU

 

 

 

Sunday is Sun Day to Observe Sun Spot

Pada tanggal 10 April 2016, Pusat Studi Astronomi dan Kelompok Studi ANDROMEDA mengadakan pelatihan teleskop. Pelatihan teleskop berlangsung di pelataran Timur masjid Islamic Center di kampus IV UAD. Selain itu, dilakukan pemotretan citra bintik matahari. Meskipun keadaan berawan dan matahari sudah hampir masuk ke balik bangunan Masjid. Berikut foto citra matahari dengan sunspot 2529

 

Sunspot 2529

Citra Matahari beserta bintiknya yang berhasil terekam kamera

observasi sunday

Suasana Observasi dan Pelatihan Teleskop

Mengenalkan Astronomi Sejak Dini

thanksandromeda

You’re Welcome

Yogyakarta (27/03) – Banyak yang berpendapat Gerhana Matahari Total 2016 menjadi titik balik kebangkitan Astronomi di Indonesia. Pada hari itu, masyarakat sangat antusias menyaksikan Gerhana Matahari dan mulai bergairah untuk belajar ilmu Astronomi. Hal tersebut tentu tidak disia-siakan komunitas atronomi untuk lebih memperkenalkan dunia astronomi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Kelompok Studi Antariksa dan Astronomi Universitas Ahmad Dahlan (ANDROMEDA).

Bekerjasama dengan Komunitas Tenda Orange, Continue reading

Persiapan Streaming Observasi oleh TIGER UAD Menyambut Gerhana Matahari

Picture1 streamingPada Kamis, tanggal 18 febuari 2015 , TIGER (Tim Gerhana Matahari) melakukan workshop dan rapat mengenai perkembangan observasi Gerhana Matahari di Mesjid Islamic Center UAD. TIGER sudah melakukan workshop selama empat kali setiap minggunya. Workshop kali ini, TIGER kedatangan Pak Mutoha. Kedatangan beliau kali ini untuk mematangkan persiapan TIGER Yogyakarta seperti penggunakan teleskop Celestron Go To System. Teleskop ini juga akan digunakan untuk streaming observasi Gerhana Matahari Sebagian. Sedangkan streaming observasi Gerhana Matahari Total akan dilakukan oleh TIGER Ternate dengan menggunakan teleskop William Optic dengan Gemini 2 Go To System Continue reading

Planet Pengganti Pluto

Ditengah persiapan mengobservasi peristiwa indah di pagi hari yaitu terlihatnya 5 planet sekaligus dalam waktu yang sama, sebuah kabar penemuan ilmiah terbaru tentang adanya planet kesembilan. Setelah Pluto dianggap sebagai Planet kerdil, maka jumlah planet dalam tatasurya menjadi 8. Berikut beberapa pemberitaannya

Paper asli


Press release dari Caltech University

Berita populer

Sedangkan di berita nasional, yang tercatat di google, yang termasuk yang paling cepat pukul 17:00 tanggal 21 Januari sudah 14 jam yang lalu, adalah situs berita ini

Sosialisasi Gerhana Matahari di Purworejo

Pada tanggal 16 Januari 2016, diadakan sosialisasi Gerhana Matahari 2016 di SMP Negeri 5 Purworejo. Acara ini dihadiri oleh guru-guru SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA se-Purworejo. Dalam kegiatan ini, Pusat Studi Astronomi didukung oleh Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan.

Selain sosialisasi, para guru mengikuti workshop pembuatan alat observasi dengan teknik proyeksi lubang jarum. Dengan menggunakan kotak atau kardus bekas, para guru antusias membuat kotak proyeksi lubang jarum yang nantinya dapat digunakan untuk mengobservasi Gerhana Matahari Sebagian yang akan melewati Purworejo. Brosur Gerhana Matahari Total juga tak lupa dibagikan kepada para guru.

Para guru antusias mengikuti sosialisasi ini karena mereka dapat bernostalgia tentang GMT 1983 yang dialami para guru tersebut. Para guru menceritakan keadaan pada saat itu dan aktif bertanya. Tidak hanya itu, para guru juga bersemangat karena pembuatan proyeksi lubang jarum ini mudah dan murah serta dapat dimasukkan dalam pembelajaran IPA di SMP.

IMG_5890e

IMG_5920e

Peresmian Kelompok Studi ANDROMEDA

launchandro

Kelompok Studi ANDROMEDA akhirnya resmi diakui sebagai salah satu Kelompok Studi di lingkungan Prodi Pendidikan Fisika UAD pada tanggal 28 Desember 2015. Acara yang dilaksanakan di ruang 314 Kampus 3 UAD ini dihadiri oleh Kaprodi, Bapak Eko Nursulistiyo, Bapak Widodo, Bapak Muchlas, dan tentunya Bapak Yudhiakto Pramudya. Selain itu acara peresmian atau launching ini dihadiri oleh mahasiswa yang tergabung dalam KS Andromeda.

Bapak Yudhiakto selaku pembina mengemukakan dalam sambutannya bahwa KS Andromeda yang berarti Antariksa dan Astronomi Universitas Ahmad Dahlan telah mencapai prestasi baik Nasional maupun International dengan melakukan penelitian dan edukasi. Selanjutnya agenda ke depan semakin padat dan semakin membutuhkan energi yang lebih.

Bapak Muchlas dalam cerita singkatnya tentang kegiatan Astronomi di UAD mengapresiasi keberadaan generasi muda yang tertarik di bidang yang sulit ini. Pada awalnya, beliau mengalami kesulitan mendapatkan mahasiswa yang minat pada astronomi meski sudah sering mengajak lewat kuliah dengan slide yang berisi gambar nebula dan obyek langit lainnya.

Kaprodi mengucapkan selamat atas diresmikannya KS Andromeda yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Muchlas dan Bapak Widodo.