Menjelang venus tertelan BuLan

Okultasi venus merupakan penomena astronomi dimana terjadinya gerhana planet venus terhadap bulan. Gerhana terjadi pada pukul 05.41 – 06.55 pada tanggal 18 september 2017. Menjelang terjadinya gerhana terlihat venus mulai mendekati bulan.

jam 05.05

jam 05.05

jam 05.13

jam 05.13

Berakhirnya gerhana ini ketika venus  tidak menampakan diri lagi karna terhalang oleh bulan. Okultasi venus di perkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2022.

Kelompok Studi Astronomi Universita Ahmad Dahlan (ANDROMEDA) ikut seta membantu kegiatan Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA)

Kelompok Studi Astronomi Universita Ahmad Dahlan (ANDROMEDA) ikut seta membantu kegiatan Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) yang akan di laksanakan pada tangga 22 – 24 september 2017. Andromeda mengirimkan 1 tim dengan 6 anggota. Kegiatan jambore janaka ini merupakan sebuah acara dimana seluruh klub astronomi amatir yang ada diseluruh   Indonesia berkumpul Dalam rangka untuk berbagi pengalaman dan menyambung tali silaturrahmi sesame klub astronomi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memambantu memanjukan perkembangan astronomi di Indonesia.

IMG-20170921-WA0011

Pastron mendukung terselenggaranya asesmen lapangan AIPT ke UAD

IMG-20170921-WA0009                                                                                                                                                                                                                       pada tanggal 17-19 september 2017. Pastron menampilkan teleskop, hasil astrofotografi, buku mentari dan Banner tentang penelitian Yupiter.Semoga  dengan dukungan pastron bersama LPP dapat membantu UAD meraih akreditas A.

 

IMG-20170921-WA0007 IMG-20170921-WA0006 IMG-20170921-WA0010

Pesawat antariksa cassini dijatuhkan di saturnus

https://saturn.jpl.nasa.gov/mission/grand-finale/overview/

https://saturn.jpl.nasa.gov/mission/grand-finale/overview/

Misi untuk menjatuhkan pesawat antariksa cassini di planet saturnus sudah berakhir pada tanggal 15 September 2017.

Di saat-saat terakhir sebelum tabrakan dengan planet saturnus, Cassini akan memberikan  sebanyak mungkin data yang berupa gambar dan akan dikirimkan kembali ke Bumi. Data yang telah dikumpulkan dapat membantu para  ilmuwan untuk lebih memahami atmosfer Saturnus dan interiornya. Data terakhir diterima oleh pengamat di Bumi setelah 83 menit Cassini gagal mengirimkan sinyal karena mendapatkan gangguan yang hebat dari interaksi dengan atmosfer.

Wahana antariksa Cassini diluncurkan pada 15 Oktobe 1997.  Pelucuran ini  dilakukan dengan kerjasama antara NASA, European Space Agency dan Badan Antariksa Italia. Program ini melibatkan tidak kurang dari 5000 orang. Cassini telah berhasil memperoleh ribuan gambar yang menakjubkan dan memberikan banyak penemuan baru mengenai planet Saturnus dan satelit-satelitnya. Cassini juga mampu menampilkan kutub utara Saturnus.

Penemuan-penemuan tersebut dibagikan ke masyarakat melalui publikasi ilmiah tidak kurang dari 3948 judul artikel ilmiah. Sebuah capaian yang tinggi karena data-data yang terkumpul berjumlah 635 Giga Byte. Misi berbiaya setidaknya 3,9 miliar US Dollar ini memberikan banyak informasi dan inspirasi bagi eksplorasi ruang angkasa.

Sumber tambahan : saturn.jpl.nasa.gov/mission/grand-finale/cassini-quick-facts/

Angkringan angkasa kembali siaran dengan tema Okultasi Venus.

 

18 September 2017 pukul 05.41-06.55 WIB akan  terjadi peristiwa astronomi yaitu  gerhana. Tapi bukan gerhana Bulan atau Matahari. Yang akan kita saksikan yaitu gerhana planet Venus atau bisa di sebut okultasi venus. Ingin lebih tau.

Silakan dengarkan radio Ramada 107.7 FM dan streaming di Jogjasteream hari minggu Tanggal 17 september 2017. Pukul 16.00-17.00

Pembangunan Observatorium Universitas Ahmad Dahlan

a

Proses pembangunan Observatorium Universitas Ahmad Dahlan  terletak  di lantai teratas dari gedung kampus 4 Universitas   Ahmad Dahlan  Berlokasi  di daerah  Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul Yogyakarta 55166.

Pada tanggal 12 September 2017, Kepala PASTRON Yudhiakto Pramudya, Ph.D. dan Rahmadi Wibowo, Lc., M.A. Selaku  peneliti senior meninjau perkembangan pembangunan observatorium. Dari hasil peninjauan,  proses  pembangunan  saat ini  dalam tahap  pembuatan Kubah, Planetarium, Taman  angkasa dan kantor PASTRON di lantai 10. Pembangunan untuk saat  ini berjalan lancar dan diperediksikan akan  selesai pada bulan Desember 2017.                                                                                                                                                                 c                b                                                                                                                                                  .

Diharapkan pembangunan observatorium menjadi sarana rekreasi, edukasi bagi semua kalangan masyarakat, dan dapat membantu perkembangan Astronomi di Indoesia                                                                                                                                                                                                                                                  .

Percobaan Night At The Observatory

Untuk mempersiapkan Observatorium yang sedang dibangun, maka Pusat Studi Astronomi dan Kelompok Studi ANDROMEDA mengadakan persiapan kegiatan untuk publik. Kami menamakannya Night At The Observatory (NATO).

Berikut foto-foto kegiatannya :

P_20170205_192005

P_20170205_192034

P_20170205_192325

Kami mengevaluasinya sehingga dapat dibuat suatu kegiatan yang memberikan pelayanan kepada publik dengan baik.

Saturnus dan Titan

Berikut ini naskah Angkringan Angkasa 27 November 2016

 

Planet Saturnus dan cincinya beserta satelit titan

Planet dalam tata surya mengelilingi Matahari yang biasa disebut gerak revolusi. Massa planet cukup besar sehingga mengalami kesetimbangan hidrostatik yang membuat planet berbentuk bulat. Selain itu, di sekitar planet tidak ada obyek lain yang massanya serupa dengannya sehingga membuat planet dominan di daerah orbitnya.

Pertanyaan:mengapa planet tidak tabrakan dengan planet lain ketika planet-planet berevolusi? Karena setiap planet memiliki orbitnya masing-masing,sehingga dalam proses berevolusi tidak terjadi tabrakan.

  • Planet-planet dalam tatasurya terbagi menjadi 2 kelompok yaitu planet dalam dan planet luar.Planet dalam terdiri atas planet Mars, Bumi, Venus, dan Merkurius. Planet dalam memiliki cirri-ciri :
  • Terbentuk dari bahanyang sebagian besar berupa logam berat (besi dan nikel)
  • Memiliki sedikit satelitatau bahkan ada yang tidak memiliki satelit.
  • Tidak memiliki cincin
  • Memiliki permukaan yang padatberupa batuan.

Untuk planet dalam terdiri dari planet Neptunus,Uranus,Saturnus dan Jupiter.Planet luar memiliki cirri-ciri:

  • Terbentuk dari hidrogen dan helium
  • Memiliki satelityang banyak.
  • Memiliki cincin dengan atmosfer yang tebal
  • Permukaannya tidak berupa padatan, tapi berupa gas

Kita akan membahas planet Saturnus beserta cincinnya dan satelit Saturnus terbesar di tatasurya yaitu satelit titan .Sebelum membahas tentang cincin dan satelit Saturnus, Mari kita cari tahu tentang planet Saturnus.

Planet Saturnus telah diamati sejak lama oleh manusia. Salah satu pengamatan yang tertua, dilakukan oleh bangsa Babylonia. Bangsa Babylonia mengamati pergerakan Saturnus pada saat melewati rasi-rasi bintang zodiak. Voyager 2 dan Cassini-Huygenstelah diluncurkan oleh NASA untuk mencari informasi ilmiah tentang Saturnus.

Planet Saturnus adalah planet terbesar ke dua setelah Jupiter dari sistem tatasurya. Saturnus merupakan planet terjauh ke-6 dalam atasurya .Nama Saturnus diambil dari mitologi kekaisaran romawi. Saturnus adalah nama dewa romawi yaitu dewa pertanian dan panen. Nah, Jika berbicara tentang Saturnus pasti dalam benak kita yaitu planet yang mempunyai cincin yang sangat menarik(jika lihat di fotonya).

Yups..banar sekali,planet Saturnus sangat fenomenal dengan istilah planet bercincin. Sobat Ramada mau tahu cincin Saturnus terbuat dari apa??

Jawab; Cincin Saturnus terbuat dari bongkahan-bongkahan es. Jadi jangan sampai terjadi miskonsepsi. Karena ada anggapan bahwa cincin Saturnus berupa pita yang padat atau berupa gas. Jadi yang benar adalah cincin Saturnus terdiri atas bongkahan es. Nanti kita akan bahas lebih lanjut tentang cincin Saturnus ini.

Telebih dulu,mari kita membahas tentang planet Saturnus. Planet Saturnus merupakan planet yang paling rendah tingkat kepadatannya dalam tatasurya. Saturnus memiliki massa 95,152 kali lebih besar daripada massa Bumi. Saturnus memiliki kerapatan atau massa jenis 0,678 gram/cm³ sebagai perbandingan air memiliki kerapatan 1 gram/cm³ dan Bumi 5,52 gram/cm³. Inti  Saturnus di perkirakan tersusun dari besi, nikel, dan batuan (senyawa silikon dan oksigen). Inti satunus sangat panas yang diketahui temperaturnya mencapai 11700 C° . Panas ini menghasilkan radiasi energi ke luar angkasa sekitar 2,5 kali lebih panas dari pada jumlah energi yang diterima oleh Saturnus dari Matahari. Inti planet Saturnus diperkirakan memiliki  massa  sekitar  9 sampai 22 kali lebih  besar daripada massa dibumi.

Terdapat pola pita pada atmosfer Saturnus. Hal ini mirip dengan pola pita pada atmosfer Jupiter. Di atmosfer Saturnus terdapat awan, seperti halnya atmosfer Bumi yang bisa kita temukan adanya awan. Komposisi penyususn awan di Saturnus bergantung pada ketinggiannya. Pada lapisan awan bagian atas, amonia berwujud es menjadi bagian utama penyusun awan. Semakin ke bawah, es bercampur dengan air. Dan pada lapisan awan bagian bawah, awan terdiri atas butiran air dan amonia yang terlarut dalam air.

Terdapat pula fenomena unik di daerah kutub Saturnus. Garis-garis pada kutub Saturnus membentuk heksagonal atau sebuah bidang bersegi enam. Tiap sisi segienam tersebut mempunyai panjang sebesar kira-kira 13800 km. Panjang sisi tersebut lebih panjang daripada diameter Bumi.

Berikut beberapa fakta terkait dengan Saturnus :

  • Saturnusberevolusi mengelilingi Matahari sekitar 29,46 tahun. Saturnus akan berada dalam posisi oposisi setiap 378 hari. Oposisi artinya, Matahari, Bumi, Saturnus berada pada satu garis lurus .Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu 10 jam 40 menit 24 detik. Saturnus juga berada jauh dari bumi sekitar 1,4 milyar kilometer jauhnya. Jarak ini setara 9 satuan astronomi atau 9 kali jarak Bumi ke Matahari.
  • Saturnusberbentuk bola dengan diameter pada khatulistiwa lebih panjang daripada diameter yang diukur dari kutub-kutub. Diameter pada khatulistiwa sebesar 120.536 km sedangkan diameter antara kutub utara ke selatan sebesar 108.728 km.
  • Saturnusmemiliki atmosfir bagian luar Saturnus mengandung 96,3% molekul hidrogen, 3,25% helium dan 0,02% ammonia dan terdapat sedikit asetilen,etana dan fosfin.
  • Saturnusmerupakan salah satu planet yang memiliki angin yang sangat kencang dalam tatasurya yaitu dengan kecepatan 500 m/s. Angin yang terkencang terdapat di planet Neptunus. Hal ini bisa dikatakan lebih cepat dari kecepatan angin dibumi. Akibatnya Saturnus memiliki badai yang sangat dasyat seperti angin topan di Bumi. Hal tersebut terbukti dan telah di teliti pada tahun 1990 dengan menggunakan teleskop Hubble dan mendeteksi adanya badai awan putih di dekat khatulistiwa yang di beri nama badai “bintik putih raksasa” atau Great White Spot. Badai ini muncul setiap 30 tahun. Bintik putih ini juga di temukan pada tahun 1876, 1903, 1933 dan tahun 1960.sehingga bisa di prediksi bintik putih akan terbentuk kembali pada tahun 2020.  Temperatur berkurang di daerah pusat badai tersebut.

Nah, sekarang kita ke sesi cincin Saturnus. Pada tahun 1610, Galileo Galilei orang yang pertama kali melihat cincin Saturnus dengan menggunakan teleskopnya. Tetapi, cincin ini belum bisa dipastikan keberadaannya oleh Galileo Galilei. Galileo berpendapat bahwa Saturnus mempunyai pendamping berupa 3 buah benda yang berdekatan dan hampir bersentuhan. Memang pada awalnya cincin ini berbentuk menyerupai bentuk telinga pada Saturnus. Arah orientasi atau arah hadap cincin Saturnus berubah-ubah terhadap waktu. Ada kalanya tepat menghadap Bumi, ada kalanya terdapat kemiringan. Nah, pada tahun 1612, arah hadap cincin Saturnus menghadap Bumi sehingga seolah-olah menghilang. Galileo yang terus mengamati cincin Saturnus mengalami masalah yang susah dipecahkan pad atahun 1613, karena cincin Saurnus menghilang. Namun, akhirnya pada tahun 1859 seorang ilmuan yang bernama James Clerk Maxwell menyatakan bahwa Saturnus memiliki cincin dan cincin tersebut tidak padat atau berupa pita. Teori inipun telah dibenarkan oleh ilmuan yang bernama James Keeler dengan mempelajari cincin Saturnus menggunakan instrumen spektrometer pada tahun 1895. Cincin Saturnus bisa dilihat menggunakan teleskop. Cincin Saturnus berada pada jarak dari 6630 km sampai pada 120700 km dari ekuator Saturnus.

Nah, selain Saturnus memiliki cincin, Saturnus juga mempunyai banyak satelit yaitu 62 satelit dimana 33 memiliki diameter kurang dari 10 km, 13 satelit memiliki diameter kurang dari 50 km dan 7 lainnya yang lebih besar daripada kedua jenis satelit yang tadi. Salah satu satelit yang besar adalah Titan. Titan di temukan pada tanggal 25 maret 1655 oleh astronom belanda yang bernama Christian Huygens. Titan berasal dari nama mitologi yunani merupakan ras dewa-dewi yang kuat dan keturunan Gaia dan Uranus serta saudara kandung Kronos. Titan merupakan satelit terbesar di Saturnus dan terbesar kedua setelah satelit Ganymede di Jupiter didalam tata surya. Titan terdiri atas air yang berwujud es dan material batuan. Titan memiliki atmosfer yang didominasi oleh Nitrogen. Titan juga memiliki iklim angin dan hujan seperti hanya di bumi tetapi suhunya jauh lebih rendah daripada Bumi suhu permukaan titan yaitu -179,2 derajat Celcius. Titan mengorbit Saturnus atau berevolusi dalam 15 hari 22 jam. Orbit Saturnus mempunyai derajat kelonjongan atau eksentrisitas orbitnya sebesar 0,0288. Bidang orbitnya terinklinasi 0,348 derajat terhadap khatulistiwa Saturnus

  • Titan memiliki diameter 5.150 km dan memiliki inti berbatu berdiameter 3.400 km.
  • Titan lebih padat dari atmosfer bumi dengan tekanan permukaan45 kali lebih besar daripada  bumi dikarenakan gravitasi yang rendah.

Pada minggu terakhir November ini, Saturnus akan terlihat dekat dengan Matahari, sehingga susah dilihat pada saat Matahari masih tinggi posisinya. Pada saat matahari terbenam, kesempatan untuk kita untuk mengamati Saturnus dengan lebih jelas. Saat itu, Saturnus sudah berada pada posisi rendah di ufuk barat. Sehingga, untuk mengamatinya, carilah lokasi dengan ufuk Barat yang bagus, tidak terhalang bangunan dan rendah polusi cahaya. Saturnus akan terbenam sekitar pukul 18:30.

 

Sumber : http://www.universetoday.com/15298/saturn/

wikipedia

 

Pertanyaan :

Penanya 1 : Bagaimana terbentuknya gas pada Saturnus? Kapan Saturnus ditemukan? Berapa umur Saturnus

Penanya 2 : Apakah yang menyebabkan bongkahan es pada cincin Saturnus tidak berkumpul menjadi satu akibat gaya gravitasi?

Penanya 3 : Apakah ada kehidupan di Saturnus?

 

 

SUPERMOON 14 NOVEMBER 2016

OBSERVASI SUPERMOON

OBSERVATORIUM KAMPUS EMPAT, UAD, 14 November 2016, bada Maghrib – selesai

JANGAN LUPA, mention foto-foto SUPERMON @pastronUAD , instagram : andromeda_uad , FB : Andromeda uad

Dapatkan sticker, dan bila foto terpilih menjadi yang terbaik akan mendapatkan Mug

 

()()()()()()()()()()

 

Berikut adalah naskah radio show ANGKRINGAN ANGKASA tentang SUPERMOON

Sobat ramada tau gak apa itu Super Moon atau Bulan Super?

Mendengar kata super tentunya berhubungan dengan sesuatu yang besar atau lebih dari pada umumnya. Nah, begini ceritanya Supermoon itu.

Supermoon adalah istilah yang biasa digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan Bulan Purnama pada saat jaraknya dari Bumi pada posisi yang paling dekat. Istilah “supermoon” pertama kali digunakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979. Astrolog beda dengan astronom. Astrolog menghubungkan fenomena atau peristiwa astronomi dengan nasib seseorang atau daerah.

Meskipun sering berkaitan dengan Bulan Purnama, Supermoon bisa juga terjadi pada saat fase Bulan baru. Dalam astronomi, Bulan bisa berada di titik terjauh dan terdekat dengan Bumi. Hal ini karena orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran melainkan agak sedikit lonjong atau elips. Titik terjauh dikenal dengan istilah apogee, sobat ramada, sedangkan titik terdekat dikenal dengan istilah perigee. Saat Bulan mencapai titik terdekat atau perigee inilah, terjadilah fenomena yang dikenal dengan Supermoon.

Ketika fenomena ini terjadi, Bulan nampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer. Jadi yang berubah diameter tampaknya atau diameter sudutnya, diameter sebenarnya tidak berubah.

Menurut Nolle, Supermoon terjadi ketika Bumi, Bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus di bidang Tata Surya. Sehingga dengan definisi ini, dimungkinkan terdapat 4 hingga 6 kejadian supermoon setiap tahunnya. Menarik untuk diamati kan?

Nah sekarang kita dengar sebuah daftar tanggal terjadinya Supermoon ini. Berikut ini adalah daftar dari masa lalu :

November 10, 1954 ;  November 20, 1972 ;  January 8, 1974  ;  February 26, 1975

December 2, 1990 ;  January 19, 1992  ;  March 8, 1993  ;  January 10, 2005

December 12, 2008  ; January 30, 2010 ;  March 19, 2011 ;

November 14, 2016 yang akan kita lihat

January 2, 2018  ; January 21, 2023 ;  November 25, 2034 ; January 13, 2036

 

Sobat ramada tau gak mitos-mitos yang beredar di masyarakat bahwa. Seperti tadi yang sudah dijelaskan diawal, selalu dihubungkan dengan kejadian atau nasib buruk. Misalnya ada kejadian bencana alam menjelang atau sesudah Supermoon. Padahal Supermoon tidak banyak mempengaruhi dinamika Bumi. Memang sejak seminggu yang lalu, daerah Jawa bagian selatan dan selatan pulau Jawa tepatnya di samudera hindia, terjadi peningkatan aktivitas tektonik yang kita rasakan sebagai gempa. Namun, itu tidak ada hubungannya dengan Supermoon.

Memang fase Bulan baru dan Bulan purnama berkaitan dengan pasang naik dan pasang surut air laut. Namun, perubahan ketinggian dari biasanya tidaklah besar hanya beberapa centimeter pertambahannya. Ingat, yang dimaksud disini adalah ketinggian permukaan laut. Sedangkan tinggi gelombang laut dipengaruhi oleh angin. Sehingga perlu memantau kondisi meteorologis setempat. Info ini bisa didapatkan dari stasiun meteorologi yaitu BMKG.

Ok, sudah siap untuk lebih banyak mendengarkan angka-angka yang berkaitan dengan Supermoon? Angka-angka ini berhubungan dengan kapan mengamati Supermoon, seberapa besar Bulan Purnama, seberapa terang Bulan purnama dan lain-lain.

Pada tanggal 14 November 2016 tepatnya pada pukul 18:23 WIB atau selepas Maghrib dan sebelum Isya, Bulan hanya berjarak sekitar 356.509 km dari Bumi. Jarak ini adalah jarak yang paling dekat, pada tahun 2016. Sedangkan sekitar 2 pekan lalu, saat fase Bulan Baru, Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi atau apogee, pada tahun 2016 ini. Jaraknya adalah 406.662 km. Dan itu terjadi pada 1 November 2016 lalu pada pukul 02:30 WIB. Dalam kurun waktu 2 minggu, jaraknya berubah sejauh 50.153 km. Secara rata-rata, jarak Bumi dengan Bulan adalah 384400 km.

Nah, pada saat apogee yang tadi kita bicarakan, dekat dengan fase Bulan Baru. Pada saat perigee tanggal 14 November 2016, berdekatan dengan fase Bulan Purnama. Purnama akan tepat terjadi pada 14 November 2016 pukul 20:54 WIB. Sehingga, efeknya Bulan Purnama akan tampak lebih besar daripada purnama biasanya. Memang masih ada perbedaan antara waktu perigee yaitu jarak Bulan Bumi paling dekat dengan waktu Purnama. Bila terjadi perbedaan waktu yang kecil, misalnya keduanya terjadi pada jam yang sama, maka Purnama akan terlihat semakin besar. Ada istilah juga extra-close supermoon, yaitu pada saat perigee Bulan bersamaan dengan Bulan Purnama dan pada saat perihelium atau saat Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari. Hal ini pernah terjadi pada tanggal 4 Januari 1912.

Supermoon ini memang berulangkali terjadi. Sebelum 14 november 2016, saat perigee yang berdekatan dengan Purnama adalah tanggal 26 Januari 1948 dengan jarak Bumi Bulan adalah 356.461 km. Lebih dekat daripada 14 November 2016 nanti. Setelah 14 November 2016, kita akan melihat Bulan Purnama pada saat perigee pada tanggal 25 November 2034 dengan jarak Bumi Bulan adalah 356.445 km.

 

Nah supermoon yang terjadi berulang kali ternyata tidak sama besar terlihatnya. Hal itu karena sudah dijelaskan di awal tadi bahwa lintasan Bulan mengelilingi Bumi berbentuk elips atau lonjong. Meskipun masih cenderung ke bentuk lingkaran. Tingkat kelonjongan dalam matematika, kita kenal sebagai eksentrisitas. Nah, nilai eksentritas orbit Bulan adalah 0,0549. Eksentrisitas lingkaran adalah nol. Terlihat kan, nilai eksentrisitas rata-ratanya tidak nol tapi tidak jauh beda dari nol. Nah, nilai eksentrisitas orbit Bulan ternyata berubah ubah, dari 0,0255 sampai dengan 0,0775.

Karena jarak nya mendekat, maka seolah Bulan tampak lebih besar daripada biasanya. Dalam astronomi, kita menyebutnya sebagai diameter tampak atau diameter sudutnya lebih besar daripada biasanya. Pada 14 November 2016, diameter sudut Supermoon akan lebih besar 7% daripada diameter sudut rata-rata Bulan Purnama. Diameter Bulan Purnama secara rata-rata sekitar setengah derajat. Nah, bila dibandingkan dengan micromoon, yaitu pada saat Bulan berada di jarak terjauhnya, diameter sudut Supermoon akan lebih besar 14% daripada micromoon.

Nah, dengan jarak Bulan yang lebih dekat daripada biasanya, maka cahaya rembulan juga semakin terang. Tingkat terangnya Supermoon lebih terang sekitar 15% daripada biasanya. Atau bila dibandingkan dengan micromoon, maka tingkat terang Supermoon lebih terang 30% daripada micromoon.

Nah, sudah siap untuk mengamati Supermoon? Dan bahkan siap dengan kameranya untuk memotret.

Supermoon tidak akan mudah untuk dikenali perbedaan besarnya dengan Bulan Purnama biasanya. Seperti yang dijelaskan tadi, bahwa Supermoon hanya 7% lebih besar daripada Purnam biasanya.

Trik untuk memotretnya adalah, pilih pada waktu Bulan Purnama baru saja terbit yaitu sekitar Maghrib. Pada saat itu, Bulan masih dekat dengan ufuk Timur. Dan pilihlah daerah sedemikian rupa, sehingga Bulan berdekatan dengan sebuah bangunan sebagai latar depan, untuk membuat Supermoon tampak besar di kamera.

Nah jadi tempatnya bisa di daerah kota. Karena terdapat banyak bangunan sebagai perbandingan ukuran dengan Supermoon. Permasalahannya adalah di daerah perkotaan, arah Timur terhalang oleh bangunan. Sehingga, kita tidak dapat mengamati Bulan Purnama pada saat baru terbit di ufuk Timur.

Ok, kalau begitu, kita cari daerah yang ufuk Timurnya tidak terhalang. Nah, kandidatnya adalah daerah pantai. Namun, kita tidak mempunyai perbandingan gedung layaknya di perkotaan. Bisa juga mencari daerah pantai yang terdapat bukit atau dataran tinggi sebagai perbandingan ukuran Bulan.

Untuk mengamat lebih baik, pastikan daerah tadi yang dipilih tepat meskipun Bulan akan tampak sepanjang malam. Namun, pada saat Bulan berada di atas kepala, perbedaan lebih besarnya susah diamati.

Selain itu, selalu cek perkiraan cuaca setempat sehingga pengamatan dapat optimal.

Tidak ada yang perlu dikahwatirkan dengan fenomena ini, hanya sebuah fenomena astronomi biasa. Namun, kesempatan ini sayang untuk dilewatkan untuk menikmati Bulan bersama keluarga dan kawan-kawan di seluruh dunia. Dan tentunya kami tunggu foto-foto terbaiknya. (silahkan kirim ke FB, instagram andromeda atau twitter @pastronUAD untuk mendapatkan mug bagi foto terbaik)

Sumber : langit selatan, infoastronomi, https://www.theguardian.com/science/2016/nov/10/the-science-of-supermoons-the-lunar-lowdown-on-the-biggest-and-brightest-in-60-years, http://www.space.com/34662-november-supermoon-full-beaver-moon.html , http://earthsky.org/tonight/is-the-september-2016-full-moon-a-supermoon , http://earthsky.org/tonight/closest-supermoon-since-1948

 

 

NB : Hujan meteor North Taurid masih bisa dilihat pada malam hari. Carilah rasi bintang Taurus, nah tunggulah beberapa waktu, maka terlihat sekelebat cahaya terang.