PASTRON Mengikuti ITCA Colloquium 2018 Vietnam

Dengan dukungan dari Prodi Pendidikan Fisika UAD, PASTRON yang diwakili oleh Kepala PASTRON mengikuti Internacional Training Center for Astronomy (ITCA) Colloquium 2018. Colloquium kali ini mengambil tema Workshop on Astronomy and Astrophysics.

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

 

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 23-27 Juli 2018 bertempat di Nha Trang, Vietnam. Acara ini terselenggara berkat kerjasama NARIT, UNESCO, dan VNSC. Pengajar, baik guru, dosen maupun pengajar informal dari berbagai negara terutama Asia mengikuti kegiatan ini.

 

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

 

Para peserta antusias mengikuti sepuluh kuliah, praktik, dan kunjungan. Para pengajar mempunyai kualifikasi astronomi dan astrofisika yang mumpuni.

Kunjungan Rombongan Rektor dan Wakil Rektor PTM

Walaupun observatorium belum lengkap tapi kunjungan terus berdatangan. 10 Agustus 2018, Observatorium UAD mendapatkan kunjungan mendadak  oleh rombongan rektor dan wakil Rektor PTM( Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Rombongan ini begitu antusias mendengarkan penjelasan dari Kepala PASTRON.

Rektor dan Wakil Rektor mendengarkan dengan baik penjelasan dari Kepala PASTRON

Rektor dan Wakil Rektor mendengarkan dengan baik penjelasan dari Kepala PASTRON

Kebanyakan dari mereka mengutarakan agar observatorium UAD bisa dijadikan tempat wisata edukasi. Hal ini dipandang Observartorium UAD dinilai bagus walaupun ada peralatan yang belum lengkap

Rektor dan Wakil Rektor PTM

Rektor dan Wakil Rektor PTM

Rapat Evaluasi Observatorium

(10 Agustus 2018) Perbaikan-perbaikan terus dilakukan untuk mendapatkan pembangunan observatorium sesuai dengan harapan. Rapat evaluasi kali ini didilakukan oleh Kepala Pastron,  Bapak Rustama, MK serta pihat PT.PP .

Kepala Patron meminta perbaikan untuk penambahan aliran listrik dan internet pada bagian ruang kendali

Kepala PASTRON meminta perbaikan untuk penambahan aliran listrik dan internet pada ruang kontrol 

Hasil rapat evaluasi observatorium adalah adanya sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan dilengkapi dengan baik., misalnya mebel, aliran listrik, internet , pagar pengamanan dan lain-lain.

PT PP sangat menyimak arahan dari kepala PASTRON untuk perbaikan penyangga teleskop yang berada didalam kubah

PT PP sangat menyimak arahan dari kepala PASTRON untuk perbaikan penyangga teleskop yang berada didalam kubah

Perlunya menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas PASTRON

Kerjasama sangat penting bagi para peneliti serta lembaga . Tidak terkecuali PASTRON UAD. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. PASTRON UAD terus menjalin kerjasama. Salah satunya dengan Prayudha dosen PBI. Pada tanggal 10 Agustus 2018 pukul 13.00 WIB kepala Pastron mengadakan diskusit tentang kolaborasi dengan media dan seni.

Pengamatan Gerhana Bulan Total terlama abad 21

sabtu ( 28/07/2018) dini hari telah terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) terlama abad 21. Gerhana Bulan Total terjadi 1 jm 42 menit 57 detik. Pada pengamatan GBT dilakukan di halaman kamus 4 UAD.Kegiatan ini merupakan kerjasama PASTRON, ANDROMEDA dan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total

 

Selain pengamatan GBT, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan sholat Gerhana dengan  Imam Nur Kholis, S.Ag.,M.Ag. dan Khatib Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A.  untuk mesyarakat luas. walaupun pengamatan sebelum menjelang subuh, antusias masyarakat terhadap fenemone yang jarang terjadi ini masih tinggi. Kegiatan ini  juga di hadiri oleh wakil Rektor 3 UAD yaitu Dr. Abdul Fadlil, M.T beliau mengikuti sholat GBT  .

WAREK III  dan PP Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melakukan pengamatan di lantai 10 kampus 4 UAD didampingi oleh KS ANDROMEDA

WAREK III dan PP Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melakukan pengamatan di lantai 10 kampus 4 UAD didampingi oleh KS ANDROMEDA

 

Pencanangan Observatorium Nasional Timau

Observatorium sebagai pusat kegiatan penelitian astronomi mempunyai potensi tidak hanya meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu bangsa, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terlebih bila pembangunan observatorium dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti pusat sains, sentra perekonomian, pembangunan infrastruktur.

Observatarium Nasional Timau yang terletak di  kaki Gunung Timau ini adalah perwujudan cita-cita besar tadi.Selama proses panjang dan berliku untuk perijinan, akhirnya pada tanggal 9 Juli 2018, dilakukan pencanangan Observatorium Nasional Timau. Observatorium ini memang terletak di daerah yang masih minim polusi cahaya. Gunung Timau adalah salah satu gunung di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai daerah ini, kita harus berkendara selama kurang lebih 5 jam ke arah Amfoang. Tepatnya di KabupatenKupang dengan koordinat 9 derajat 35 menit 50,2 detik Lintang Selatan dan 123 derajat 56 menit 48,5 detik Bujur Timur.

Kepala Pusat Studi Astronomi mewakili Rektor UAD menghadiri acara tersebut untuk memenuhi undangan dari LAPAN. Perjalanan ke lokasi dimulai dari kota Kupang selepas salat subuh. Terdapat setidaknya 12 mobil sekelas pajero untuk dapat mencapai lokasi. Selama kurang lebih 1 jam memang jalanan masih mulus. Namun,  jalanan sepanjang 60an km setelahnya harus ditempuh sekitar 4 jam dengan medan yang sangat berat.

 

Medan yang berbatu sekitar 60 km

 

Meski kondisi jalan sudah rusak parah, namun masih ada hiburan berupa pemandangan alam yang indah. Perbukitan, gunung dipadu dengan sabana yang mulai meninggalkan warna hijau karena musim kemarau sudah tiba.

Pemandangan alam yang memukau

Pemandangan alam yang memukau

 

Akhirnya kami tiba disambut oleh warga setempat. Acara pencanangan observatorium didahului dengan upacara adat untuk penyerahan tanah adat kepada negara Republik Indonesia. Tersurat pesan dari tetua adat bahwasanya mereka rela untuk memberikan tanah adat agar dapat merasakan kemerdekaan Indonesia yang sudah 73 tahun lamanya. Tercermina wajah penuh optimis dari penduduk setempat.

P_20180709_121637

Warga setempat yang antusias dengan latar belakang Gunung Timau

 

Kepala LAPAN, Prof. Dr Thomas Djamaluddin juga menyebutkan bahwasanya observatorium nasional ini terbesar di Asia Tenggara. Keberadaannya ditujukan juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Selain itu, beliau juga berpesan agar warga ikut melindungi lingkungan agar polusi cahaya tetap rendah. Sehingga tidaklah musthail bila lokasi ini juga disiapkan menjadi Taman Nasional Langit Gelap yang akan dikelola bersama dengan dinas pariwisata.

P_20180709_130033

Kepala LAPAN dan Kepala PASTRON UAD

 

 

 

Kerjasama lintas disiplin dan lintas institusi diharapkan dapat berjalan dengan optimal sehingga Observatorium Nasional Timau ini dapat segera selesai dibangun.

 

P_20180709_122508

Rektor ITERA, Dosen Astronomi ITB dan Kepala PASTRON UAD

 

ASTROCAMP Bersama Kemit Forest Education

Dalam rangka mengisi masa liburan anak-anak sekolah,  PASTRON bersama dengan Kemit Forest education mengadakan kegiatan astrocamp pada tanggal 1-2 Juli 2018. Astrocamp kali ini diikuti sebanyak 60 peserta terpilih dari daerah cilacap, surabaya, cimahi , Bandung, Semarang, Bantul, Tegal, Jakarta, Purwokerto dengan beragam masyarakat dari latar belakang yang berbeda.  Kegiatan Astrocamp kali ini  dilaksanakan di tempat  wisata kemit forest Cilacap, Jawa Tengah Indonesia.  Di kemit forest education, merupakan lokasi wisata yang berdiri sejak tahun 2016. Selain itu, tempat ini sangat sejuk dan dikelilingi pohon-pohon pinus.

Peserta Astrocamp menginap di kemit forest education

Peserta Astrocamp menginap di kemit forest education

Ada Beberapa kegiatan yang dilakukan peserta  selama mengikuti Astrocamp.  Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pengamatan Matahari pada sore hari menjelang Matahari terbenam. Perserta sangat antusias saat pengamatan matahari. Selain mengggunakan teleskop untuk pengamatan matahari, peserta juga dapat menggunakan kacamata matahari.

Peserta astrocamp melakukan pengamatan Matahari dengan dampingan pemandu

Peserta astrocamp melakukan pengamatan Matahari dengan dampingan pemandu

Kegiatan kedua adalah sesi materi polusi cahaya yang dipandu oleh Yudhiakto Pramudya Ph.D. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh polusi cahaya dan  menyadarkan kepada masyarakat luas mengenai indahnya langit malam. Kegiatan selanjutnya adalah workshop rasi bintang orion tactile  dan kemudian dilanjutkan dengan observasi benda-benda langit.  Pada saat observasi benda langit perserta dapat melihat Bulan, planet Jupiter dengan dampingan keempat satelitnya, kemudian ada rasi scorpio dan lain-lain. Kegiatan terakhir adalah pembuatan solar system model (model tata surya).

Selain melakukan  beberapa kegiatan menyenangkan bersama peserta, temen- temen dari ANDROMEDA juga membuka stand untuk menjual produk-produk yang bertema Astronomi. Untuk info lebih lanjut mengenai produk-produk bertema astronomi dapat membuka  link ini http://andromeda.pfis.uad.ac.id/ .

Andromeda Dept.Store menjual berbagai macam produk bernuansa Astronomi

Andromeda Dept.Store menjual berbagai macam produk bernuansa Astronomi

 

Pengamatan Hilal Ramadhan 1439 Hijriah

Awal bulan  Ramadhan 1439 H jatuh pada tanggal 17 Mei 2018. Pada awal bulan Ramadhan ditandai dengan munculnya Hilal. Sebelum mamasuki bulan Ramadhan PASTRON dan Kelompok Studi Andromeda melaksanakan persiapan pengamatan Hilal Ramadhan pada tanggal 15 Mei 2018 yang dilakukan di Observatorium UAD . Persiapan dilakukan mulai pukul 17.00-21.00 hal ini dilakukan untuk mempermudah pengamatan Hilal pada tanggal 16 Mei 2018.

Persiapan pengamatan Hilal 15 Mei 2018

Persiapan pengamatan Hilal 15 Mei 2018

Teleskop William Optic yang digunakan untuk mengamati Hilal

Teleskop William Optic yang digunakan untuk mengamati Hilal

Pengamatan Hilal pada tanggal 16 Mei 2018 memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Hal ini disebabkan cuaca yang sedang tidak bersahabat. Setelah menunggu hingga Matahari terbenam cuaca masih mendung dan Matahari tertutupi awan tebal. Sehingga Tim PASTRON dan Kelompok Studi Andromeda memutuskan untuk mengakhiri pengamatan Hilal bulan Ramadhan.

Sebelum mengakhiri post kali ini, Tim PASTRON dan Kelompok Studi Andromeda mengucapkan selamat menunaikan bulan suci Ramadhan 1439 H.

 

Kunjungan Distributor Teleskop

Selasa, 18 April 2018, Kepala PASTRON menemani Distributor Teleskop Planewave Indonesia mengunjungi observatorium UAD.

P_20180418_082250

Bapak Hendro Setyanto, M.Si selaku pimpinan distributor melakukan pengecekan struktur dan motor penggerak kubah.

 

Selain itu, Lantai Anjungan Angkasa juga dikunjungi untuk melihat potensi alat peraga yang akan dibangun.

 

IMG-20180418-WA0016

Setelahnya, Distributor melakukan presentasi di ruang rektorat. Presentasi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Kepala BIFAS, dan Kepala Finansial.

P_20180418_083047

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan ke Hatyai Deepsky Observation for scince and Astronomy

1

Observatorium yang berada di Hatyai, Thailand adalah observatorium yang pertama kali dikunjungi saat berada di Thailand. Observatorium ini berada di atas Bukit Hatyai Park dan terbuka untuk umum. Perjalanan ke Observatorium cukup menempuh waktu 10-15 menit menaiki mobil yang telah disediakan dengan membayar 20 bath per orang. Sebelumnya, observatorium ini mengadakan acara pengamatan Gerhana Bulan Total yang dapat diamati oleh masyarakat umum.

Untuk memasuki observatorium cukup membayar tiket sebesar 20 Bath perorang. Saat pertama kali memasuki observatorium, mata akan langsung tertuju dengan tempat penjualan souvenir Astronomy.

Tempat Penjualan berbagai macam barang bernuansa Astronomy.

Tempat Penjualan berbagai macam barang bernuansa Astronomy.

Setelah memperoleh tiket, petugas akan menjelaskan mengenai ruangan-ruangan yang bisa dikunjungi oleh pengunjung. Terdapat tiga ruangan di observatorium ini, ruangan yang pertama adalah ruang Sky It. Ruangan ini adalah tempat pengunjung menonton film mengenai Astronomi. Film yang disuguhkan kali ini adalah mengenai Matahari, yaitu mengenai peristiwa-peristiwa yang ada di Matahari, dampak-dampak yang terjadi akibat flare dan lain sebagainya.

Ruang Sky It

Ruang Sky It

uangan yang kedua adalah Astronomy Room. Tempat ini menampilkan poster-poster mengenai planet-planet yang ada di Tata Surya dan juga rasi-rasi bintang. Sayangnya, di Astronomy Room ini hanya menampilkan informasi mengenai sistem Tata Surya dan rasi-rasi bintang tersebut dalam bahasa Thailand, sehingga pengunjung yang tidak mengerti bahasa Thailand menjadi kesulitan untuk memahami arti dari informasi yang tertera tersebut.

Astronomy Room

Astronomy Room

ter mengenai Rasi Bintang Pisces dengan tulisan bahasa Thailand.

ter mengenai Rasi Bintang Pisces dengan tulisan bahasa Thailand.

Ruangan terakhir adalah Doom Room. Ruangan ini berada di bagian paling atas dari Observatorium. Dibagian atap Doom dapat terbuka dan tertutup. Ruangan ini memiliki 15 Teleskop dengan ukuran yang besar dan 7 teleskop dengan ukuran yang lebih kecil.

Atap Doom yang bisa terbuka dan tertutup

Atap Doom yang bisa terbuka dan tertutup

teleskop dengan ukuran yang besar.

teleskop dengan ukuran yang besar.

15 teleskop yang digunakan untuk pengamatan merupakan teleskop reflektor. Pada siang hari teleskop ini bisa digunakan untuk mengamati Matahari menggunakan Filter Matahari. Sayangnya, cuaca pada hari itu sedang berawan sehingga Matahari tidak dapat terlihat jelas. Meskipun tidak dapat melihat Matahari, anda tetap bisa menikmati indahnya Kota Hatyai dari ketinggian.

Jika anda mengunjungi kota Hatyai, jangan lewatkan untuk berkunjung di Hatyai Park terutama di Hatyai Deepsky Observation for scince and Astronomy . Dengan biaya yang terjangkau, selain mendaptkan ilmu baru anda dapat menikmati indahnya kota Hatyai.

ngamatan Matahari menggunakan salah satu teleskop Orion.

ngamatan Matahari menggunakan salah satu teleskop Orion.