Saturnus dan Titan

KABAR PASTRON - admin | 28/11/2016 | 6 kali dibaca

Berikut ini naskah Angkringan Angkasa 27 November 2016

 

Planet Saturnus dan cincinya beserta satelit titan

Planet dalam tata surya mengelilingi Matahari yang biasa disebut gerak revolusi. Massa planet cukup besar sehingga mengalami kesetimbangan hidrostatik yang membuat planet berbentuk bulat. Selain itu, di sekitar planet tidak ada obyek lain yang massanya serupa dengannya sehingga membuat planet dominan di daerah orbitnya.

Pertanyaan:mengapa planet tidak tabrakan dengan planet lain ketika planet-planet berevolusi? Karena setiap planet memiliki orbitnya masing-masing,sehingga dalam proses berevolusi tidak terjadi tabrakan.

  • Planet-planet dalam tatasurya terbagi menjadi 2 kelompok yaitu planet dalam dan planet luar.Planet dalam terdiri atas planet Mars, Bumi, Venus, dan Merkurius. Planet dalam memiliki cirri-ciri :
  • Terbentuk dari bahanyang sebagian besar berupa logam berat (besi dan nikel)
  • Memiliki sedikit satelitatau bahkan ada yang tidak memiliki satelit.
  • Tidak memiliki cincin
  • Memiliki permukaan yang padatberupa batuan.

Untuk planet dalam terdiri dari planet Neptunus,Uranus,Saturnus dan Jupiter.Planet luar memiliki cirri-ciri:

  • Terbentuk dari hidrogen dan helium
  • Memiliki satelityang banyak.
  • Memiliki cincin dengan atmosfer yang tebal
  • Permukaannya tidak berupa padatan, tapi berupa gas

Kita akan membahas planet Saturnus beserta cincinnya dan satelit Saturnus terbesar di tatasurya yaitu satelit titan .Sebelum membahas tentang cincin dan satelit Saturnus, Mari kita cari tahu tentang planet Saturnus.

Planet Saturnus telah diamati sejak lama oleh manusia. Salah satu pengamatan yang tertua, dilakukan oleh bangsa Babylonia. Bangsa Babylonia mengamati pergerakan Saturnus pada saat melewati rasi-rasi bintang zodiak. Voyager 2 dan Cassini-Huygenstelah diluncurkan oleh NASA untuk mencari informasi ilmiah tentang Saturnus.

Planet Saturnus adalah planet terbesar ke dua setelah Jupiter dari sistem tatasurya. Saturnus merupakan planet terjauh ke-6 dalam atasurya .Nama Saturnus diambil dari mitologi kekaisaran romawi. Saturnus adalah nama dewa romawi yaitu dewa pertanian dan panen. Nah, Jika berbicara tentang Saturnus pasti dalam benak kita yaitu planet yang mempunyai cincin yang sangat menarik(jika lihat di fotonya).

Yups..banar sekali,planet Saturnus sangat fenomenal dengan istilah planet bercincin. Sobat Ramada mau tahu cincin Saturnus terbuat dari apa??

Jawab; Cincin Saturnus terbuat dari bongkahan-bongkahan es. Jadi jangan sampai terjadi miskonsepsi. Karena ada anggapan bahwa cincin Saturnus berupa pita yang padat atau berupa gas. Jadi yang benar adalah cincin Saturnus terdiri atas bongkahan es. Nanti kita akan bahas lebih lanjut tentang cincin Saturnus ini.

Telebih dulu,mari kita membahas tentang planet Saturnus. Planet Saturnus merupakan planet yang paling rendah tingkat kepadatannya dalam tatasurya. Saturnus memiliki massa 95,152 kali lebih besar daripada massa Bumi. Saturnus memiliki kerapatan atau massa jenis 0,678 gram/cm³ sebagai perbandingan air memiliki kerapatan 1 gram/cm³ dan Bumi 5,52 gram/cm³. Inti  Saturnus di perkirakan tersusun dari besi, nikel, dan batuan (senyawa silikon dan oksigen). Inti satunus sangat panas yang diketahui temperaturnya mencapai 11700 C° . Panas ini menghasilkan radiasi energi ke luar angkasa sekitar 2,5 kali lebih panas dari pada jumlah energi yang diterima oleh Saturnus dari Matahari. Inti planet Saturnus diperkirakan memiliki  massa  sekitar  9 sampai 22 kali lebih  besar daripada massa dibumi.

Terdapat pola pita pada atmosfer Saturnus. Hal ini mirip dengan pola pita pada atmosfer Jupiter. Di atmosfer Saturnus terdapat awan, seperti halnya atmosfer Bumi yang bisa kita temukan adanya awan. Komposisi penyususn awan di Saturnus bergantung pada ketinggiannya. Pada lapisan awan bagian atas, amonia berwujud es menjadi bagian utama penyusun awan. Semakin ke bawah, es bercampur dengan air. Dan pada lapisan awan bagian bawah, awan terdiri atas butiran air dan amonia yang terlarut dalam air.

Terdapat pula fenomena unik di daerah kutub Saturnus. Garis-garis pada kutub Saturnus membentuk heksagonal atau sebuah bidang bersegi enam. Tiap sisi segienam tersebut mempunyai panjang sebesar kira-kira 13800 km. Panjang sisi tersebut lebih panjang daripada diameter Bumi.

Berikut beberapa fakta terkait dengan Saturnus :

  • Saturnusberevolusi mengelilingi Matahari sekitar 29,46 tahun. Saturnus akan berada dalam posisi oposisi setiap 378 hari. Oposisi artinya, Matahari, Bumi, Saturnus berada pada satu garis lurus .Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu 10 jam 40 menit 24 detik. Saturnus juga berada jauh dari bumi sekitar 1,4 milyar kilometer jauhnya. Jarak ini setara 9 satuan astronomi atau 9 kali jarak Bumi ke Matahari.
  • Saturnusberbentuk bola dengan diameter pada khatulistiwa lebih panjang daripada diameter yang diukur dari kutub-kutub. Diameter pada khatulistiwa sebesar 120.536 km sedangkan diameter antara kutub utara ke selatan sebesar 108.728 km.
  • Saturnusmemiliki atmosfir bagian luar Saturnus mengandung 96,3% molekul hidrogen, 3,25% helium dan 0,02% ammonia dan terdapat sedikit asetilen,etana dan fosfin.
  • Saturnusmerupakan salah satu planet yang memiliki angin yang sangat kencang dalam tatasurya yaitu dengan kecepatan 500 m/s. Angin yang terkencang terdapat di planet Neptunus. Hal ini bisa dikatakan lebih cepat dari kecepatan angin dibumi. Akibatnya Saturnus memiliki badai yang sangat dasyat seperti angin topan di Bumi. Hal tersebut terbukti dan telah di teliti pada tahun 1990 dengan menggunakan teleskop Hubble dan mendeteksi adanya badai awan putih di dekat khatulistiwa yang di beri nama badai “bintik putih raksasa” atau Great White Spot. Badai ini muncul setiap 30 tahun. Bintik putih ini juga di temukan pada tahun 1876, 1903, 1933 dan tahun 1960.sehingga bisa di prediksi bintik putih akan terbentuk kembali pada tahun 2020.  Temperatur berkurang di daerah pusat badai tersebut.

Nah, sekarang kita ke sesi cincin Saturnus. Pada tahun 1610, Galileo Galilei orang yang pertama kali melihat cincin Saturnus dengan menggunakan teleskopnya. Tetapi, cincin ini belum bisa dipastikan keberadaannya oleh Galileo Galilei. Galileo berpendapat bahwa Saturnus mempunyai pendamping berupa 3 buah benda yang berdekatan dan hampir bersentuhan. Memang pada awalnya cincin ini berbentuk menyerupai bentuk telinga pada Saturnus. Arah orientasi atau arah hadap cincin Saturnus berubah-ubah terhadap waktu. Ada kalanya tepat menghadap Bumi, ada kalanya terdapat kemiringan. Nah, pada tahun 1612, arah hadap cincin Saturnus menghadap Bumi sehingga seolah-olah menghilang. Galileo yang terus mengamati cincin Saturnus mengalami masalah yang susah dipecahkan pad atahun 1613, karena cincin Saurnus menghilang. Namun, akhirnya pada tahun 1859 seorang ilmuan yang bernama James Clerk Maxwell menyatakan bahwa Saturnus memiliki cincin dan cincin tersebut tidak padat atau berupa pita. Teori inipun telah dibenarkan oleh ilmuan yang bernama James Keeler dengan mempelajari cincin Saturnus menggunakan instrumen spektrometer pada tahun 1895. Cincin Saturnus bisa dilihat menggunakan teleskop. Cincin Saturnus berada pada jarak dari 6630 km sampai pada 120700 km dari ekuator Saturnus.

Nah, selain Saturnus memiliki cincin, Saturnus juga mempunyai banyak satelit yaitu 62 satelit dimana 33 memiliki diameter kurang dari 10 km, 13 satelit memiliki diameter kurang dari 50 km dan 7 lainnya yang lebih besar daripada kedua jenis satelit yang tadi. Salah satu satelit yang besar adalah Titan. Titan di temukan pada tanggal 25 maret 1655 oleh astronom belanda yang bernama Christian Huygens. Titan berasal dari nama mitologi yunani merupakan ras dewa-dewi yang kuat dan keturunan Gaia dan Uranus serta saudara kandung Kronos. Titan merupakan satelit terbesar di Saturnus dan terbesar kedua setelah satelit Ganymede di Jupiter didalam tata surya. Titan terdiri atas air yang berwujud es dan material batuan. Titan memiliki atmosfer yang didominasi oleh Nitrogen. Titan juga memiliki iklim angin dan hujan seperti hanya di bumi tetapi suhunya jauh lebih rendah daripada Bumi suhu permukaan titan yaitu -179,2 derajat Celcius. Titan mengorbit Saturnus atau berevolusi dalam 15 hari 22 jam. Orbit Saturnus mempunyai derajat kelonjongan atau eksentrisitas orbitnya sebesar 0,0288. Bidang orbitnya terinklinasi 0,348 derajat terhadap khatulistiwa Saturnus

  • Titan memiliki diameter 5.150 km dan memiliki inti berbatu berdiameter 3.400 km.
  • Titan lebih padat dari atmosfer bumi dengan tekanan permukaan45 kali lebih besar daripada  bumi dikarenakan gravitasi yang rendah.

Pada minggu terakhir November ini, Saturnus akan terlihat dekat dengan Matahari, sehingga susah dilihat pada saat Matahari masih tinggi posisinya. Pada saat matahari terbenam, kesempatan untuk kita untuk mengamati Saturnus dengan lebih jelas. Saat itu, Saturnus sudah berada pada posisi rendah di ufuk barat. Sehingga, untuk mengamatinya, carilah lokasi dengan ufuk Barat yang bagus, tidak terhalang bangunan dan rendah polusi cahaya. Saturnus akan terbenam sekitar pukul 18:30.

 

Sumber : http://www.universetoday.com/15298/saturn/

wikipedia

 

Pertanyaan :

Penanya 1 : Bagaimana terbentuknya gas pada Saturnus? Kapan Saturnus ditemukan? Berapa umur Saturnus

Penanya 2 : Apakah yang menyebabkan bongkahan es pada cincin Saturnus tidak berkumpul menjadi satu akibat gaya gravitasi?

Penanya 3 : Apakah ada kehidupan di Saturnus?

 

 

Berita, Edukasi, Observasi

SUPERMOON 14 NOVEMBER 2016

KABAR PASTRON - admin | 14/11/2016 | 104 kali dibaca

OBSERVASI SUPERMOON OBSERVATORIUM KAMPUS EMPAT, UAD, 14 November 2016, bada Maghrib – selesai JANGAN LUPA, mention foto-foto SUPERMON @pastronUAD , instagram : andromeda_uad , FB : Andromeda uad Dapatkan sticker, dan bila foto terpilih menjadi yang terbaik akan mendapatkan Mug   ()()()()()()()()()()   Berikut adalah naskah radio sho...

Uncategorized

Selamat Idul Fitri 1437 H

KABAR PASTRON - admin | 6/07/2016 | 272 kali dibaca

Selamat Idul Fitri 1437 H

PASTRON mengucapkan ...

Berita, Konferensi

Pertemuan Pembahasan Kalender Islam Global Tunggal

KABAR PASTRON - admin | 21/06/2016 | 355 kali dibaca

Pertemuan Pembahasan Kalender Islam Global Tunggal

Untuk menindaklanjuti Kongres International Penyatuan Kalender yang diadakan di Turki pada akhir Mei lalu, diadakan Seminar Nasional dan Temu Ahli Falak Muhammadiyah yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta. Pertemuan yang diadakan oleh Islamic Science Research Network dan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini dia...

Observasi, Studi

Observasi Oposisi Mars dengan Remote Telescope Kerjasama OIF UMSU

KABAR PASTRON - admin | 23/05/2016 | 437 kali dibaca

Observasi Oposisi Mars dengan Remote Telescope Kerjasama OIF UMSU

Pada tanggal 22 Mei 2016, Mars berada pada keadaan oposisi. Pada saat itulah, Planet Mars terlibat lebih terang. Hal ini karena posisi Matahari dan Mars berada pada posisi yang berseberangan relatif terhadap Bumi. Kesempatan ini tentu tidak dilewatkan oleh PASTRON UAD bersama KS ANDROMEDA. Tidak hanya even oposisi Mars saja yang menarik, kali ini, ...