Author Archives: admin

Kaleidoskop 2018

Tibalah saatnya hampir di penghujung tahun 2018 Masehi. Berikut kegiatan dan pencapaian Pastron UAD di tahun 2018

Januari

Observasi Gerhana Bulan Total, dilaksanakan di Masjid Islamic Center UAD. Cuaca mendung dan gerimis sehingga gerhana tidak teramati.

Maret

24 – 28 : Ricka Tanzilla mempresentasikan karya ilmiahnya tentang pembelajaran astronomi untuk tunanetra dalam CAP Conference 2018 di Fukuoka, Jepang

Desember

Yudhiakto Pramudya, Ph.D bersama Hafeez dari Malaysia mendapatkan hibah 7000 euro dari Office of Astronomy Development, International Astronomical Union

 

Open House Observatorium UAD kepada seluruh Karyawan dan Dosen Universitas Ahmad Dahlan

Dalam rangka perayaan Milad ke -58 Universitas Ahmad Dahlan (Sabtu, 29/12/2018), Observatorium UAD melakukan  Open House kepada seluruh karyawan serta dosen untuk berkunjung. Kunjungan ke Observatorium UAD memiliki kesan tersendiri bagi karyawan dan dosen hal ini  dikarenakan kali pertamanya mereka berkunjung ke Observatorium. Beberapa diantara mereka sangat antusias  mendengarkan arahan dari pemandu dan kebetulan sekali cuaca sedang cerah sehingga mereka bisa melihat Matahari menggunakan teleskop yang berada di kubah.

Pengamatan Matahari menggunakan teleskop Celestron C6-N

 

Saat ini Observatorium UAD melayani kunjungan pada hari senin sampai dengan sabtu pada pukul 09.00-15.00 WIB. Observatorium tutup pada hari libur.

Reservasi kunjungan dapat dilakukan pada form berikut ini: https://goo.gl/forms/tt2QQswJPYksPUkg1

Bagi yang ingin info lebih lanjut dapat menghubungi Narahubung  : 085728364691

KUNJUNGAN MGMP KLATEN KE OBSERVATORIUM UAD

Sabtu, 8 Desember 2018. Observatorium UAD mendapat kunjungan dari  Guru MGMP Klaten. Peserta Kunjungan kali ini berjumlah 43 orang. Selain melihat instrumen-instrumen Astronomi salah satunya teleskop, Guru-Guru yang tergabung sebagai MGMP Klaten medapatkan kesempatan untuk melakukan workshop mengenai pembuatan spektroskopis sederhana. Ari Purwanto sebagai ketua MGMP Klaten menyatakan antusisame mereka terhadap observatorium UAD. Selain menambah wawasan mengenai Astronomi,  Observatorium UAD juga dapat dijadikan sebagai wisata edukasi. Mereka berharap dapat mengunjungi lagi Observatorium UAD dengan membawa siswa-siswi.

Gambar 1. Walaupun cuaca sedang mendung, antusiasme Guru untuk melihat Matahari masih tinggi

Gambar 2. Workshop Pembuatan Spektroskopis sederhana

Gambar 3. Dengan berlatarbelakang Kubah, Kunjungan Guru MGMP Mengakhiri Kegiatannya.

 

PASTRON Mengikuti ITCA Colloquium 2018 Vietnam

Dengan dukungan dari Prodi Pendidikan Fisika UAD, PASTRON yang diwakili oleh Kepala PASTRON mengikuti Internacional Training Center for Astronomy (ITCA) Colloquium 2018. Colloquium kali ini mengambil tema Workshop on Astronomy and Astrophysics.

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

Yudhiakto Pramudya tuntas mengikuti ITCA Colloquium 2018

 

Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 23-27 Juli 2018 bertempat di Nha Trang, Vietnam. Acara ini terselenggara berkat kerjasama NARIT, UNESCO, dan VNSC. Pengajar, baik guru, dosen maupun pengajar informal dari berbagai negara terutama Asia mengikuti kegiatan ini.

 

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

Kuliah tentang Instrumentasi Astrofisika termasuk membahas teleskop radio oleh Dr. Pham Ngoc Diep dari Vietnam National Space Center

 

Para peserta antusias mengikuti sepuluh kuliah, praktik, dan kunjungan. Para pengajar mempunyai kualifikasi astronomi dan astrofisika yang mumpuni.

Kunjungan Rombongan Rektor dan Wakil Rektor PTM

Walaupun observatorium belum lengkap tapi kunjungan terus berdatangan. 10 Agustus 2018, Observatorium UAD mendapatkan kunjungan mendadak  oleh rombongan rektor dan wakil Rektor PTM( Perguruan Tinggi Muhammadiyah). Rombongan ini begitu antusias mendengarkan penjelasan dari Kepala PASTRON.

Rektor dan Wakil Rektor mendengarkan dengan baik penjelasan dari Kepala PASTRON

Rektor dan Wakil Rektor mendengarkan dengan baik penjelasan dari Kepala PASTRON

Kebanyakan dari mereka mengutarakan agar observatorium UAD bisa dijadikan tempat wisata edukasi. Hal ini dipandang Observartorium UAD dinilai bagus walaupun ada peralatan yang belum lengkap

Rektor dan Wakil Rektor PTM

Rektor dan Wakil Rektor PTM

Rapat Evaluasi Observatorium

(10 Agustus 2018) Perbaikan-perbaikan terus dilakukan untuk mendapatkan pembangunan observatorium sesuai dengan harapan. Rapat evaluasi kali ini didilakukan oleh Kepala Pastron,  Bapak Rustama, MK serta pihat PT.PP .

Kepala Patron meminta perbaikan untuk penambahan aliran listrik dan internet pada bagian ruang kendali

Kepala PASTRON meminta perbaikan untuk penambahan aliran listrik dan internet pada ruang kontrol 

Hasil rapat evaluasi observatorium adalah adanya sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan dilengkapi dengan baik., misalnya mebel, aliran listrik, internet , pagar pengamanan dan lain-lain.

PT PP sangat menyimak arahan dari kepala PASTRON untuk perbaikan penyangga teleskop yang berada didalam kubah

PT PP sangat menyimak arahan dari kepala PASTRON untuk perbaikan penyangga teleskop yang berada didalam kubah

Perlunya menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas PASTRON

Kerjasama sangat penting bagi para peneliti serta lembaga . Tidak terkecuali PASTRON UAD. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. PASTRON UAD terus menjalin kerjasama. Salah satunya dengan Prayudha dosen PBI. Pada tanggal 10 Agustus 2018 pukul 13.00 WIB kepala Pastron mengadakan diskusit tentang kolaborasi dengan media dan seni.

Pengamatan Gerhana Bulan Total terlama abad 21

sabtu ( 28/07/2018) dini hari telah terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) terlama abad 21. Gerhana Bulan Total terjadi 1 jm 42 menit 57 detik. Pada pengamatan GBT dilakukan di halaman kamus 4 UAD.Kegiatan ini merupakan kerjasama PASTRON, ANDROMEDA dan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total

 

Selain pengamatan GBT, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan sholat Gerhana dengan  Imam Nur Kholis, S.Ag.,M.Ag. dan Khatib Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A.  untuk mesyarakat luas. walaupun pengamatan sebelum menjelang subuh, antusias masyarakat terhadap fenemone yang jarang terjadi ini masih tinggi. Kegiatan ini  juga di hadiri oleh wakil Rektor 3 UAD yaitu Dr. Abdul Fadlil, M.T beliau mengikuti sholat GBT  .

WAREK III  dan PP Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melakukan pengamatan di lantai 10 kampus 4 UAD didampingi oleh KS ANDROMEDA

WAREK III dan PP Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melakukan pengamatan di lantai 10 kampus 4 UAD didampingi oleh KS ANDROMEDA

 

Pencanangan Observatorium Nasional Timau

Observatorium sebagai pusat kegiatan penelitian astronomi mempunyai potensi tidak hanya meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu bangsa, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terlebih bila pembangunan observatorium dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti pusat sains, sentra perekonomian, pembangunan infrastruktur.

Observatarium Nasional Timau yang terletak di  kaki Gunung Timau ini adalah perwujudan cita-cita besar tadi.Selama proses panjang dan berliku untuk perijinan, akhirnya pada tanggal 9 Juli 2018, dilakukan pencanangan Observatorium Nasional Timau. Observatorium ini memang terletak di daerah yang masih minim polusi cahaya. Gunung Timau adalah salah satu gunung di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai daerah ini, kita harus berkendara selama kurang lebih 5 jam ke arah Amfoang. Tepatnya di KabupatenKupang dengan koordinat 9 derajat 35 menit 50,2 detik Lintang Selatan dan 123 derajat 56 menit 48,5 detik Bujur Timur.

Kepala Pusat Studi Astronomi mewakili Rektor UAD menghadiri acara tersebut untuk memenuhi undangan dari LAPAN. Perjalanan ke lokasi dimulai dari kota Kupang selepas salat subuh. Terdapat setidaknya 12 mobil sekelas pajero untuk dapat mencapai lokasi. Selama kurang lebih 1 jam memang jalanan masih mulus. Namun,  jalanan sepanjang 60an km setelahnya harus ditempuh sekitar 4 jam dengan medan yang sangat berat.

 

Medan yang berbatu sekitar 60 km

 

Meski kondisi jalan sudah rusak parah, namun masih ada hiburan berupa pemandangan alam yang indah. Perbukitan, gunung dipadu dengan sabana yang mulai meninggalkan warna hijau karena musim kemarau sudah tiba.

Pemandangan alam yang memukau

Pemandangan alam yang memukau

 

Akhirnya kami tiba disambut oleh warga setempat. Acara pencanangan observatorium didahului dengan upacara adat untuk penyerahan tanah adat kepada negara Republik Indonesia. Tersurat pesan dari tetua adat bahwasanya mereka rela untuk memberikan tanah adat agar dapat merasakan kemerdekaan Indonesia yang sudah 73 tahun lamanya. Tercermina wajah penuh optimis dari penduduk setempat.

P_20180709_121637

Warga setempat yang antusias dengan latar belakang Gunung Timau

 

Kepala LAPAN, Prof. Dr Thomas Djamaluddin juga menyebutkan bahwasanya observatorium nasional ini terbesar di Asia Tenggara. Keberadaannya ditujukan juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Selain itu, beliau juga berpesan agar warga ikut melindungi lingkungan agar polusi cahaya tetap rendah. Sehingga tidaklah musthail bila lokasi ini juga disiapkan menjadi Taman Nasional Langit Gelap yang akan dikelola bersama dengan dinas pariwisata.

P_20180709_130033

Kepala LAPAN dan Kepala PASTRON UAD

 

 

 

Kerjasama lintas disiplin dan lintas institusi diharapkan dapat berjalan dengan optimal sehingga Observatorium Nasional Timau ini dapat segera selesai dibangun.

 

P_20180709_122508

Rektor ITERA, Dosen Astronomi ITB dan Kepala PASTRON UAD

 

ASTROCAMP Bersama Kemit Forest Education

Dalam rangka mengisi masa liburan anak-anak sekolah,  PASTRON bersama dengan Kemit Forest education mengadakan kegiatan astrocamp pada tanggal 1-2 Juli 2018. Astrocamp kali ini diikuti sebanyak 60 peserta terpilih dari daerah cilacap, surabaya, cimahi , Bandung, Semarang, Bantul, Tegal, Jakarta, Purwokerto dengan beragam masyarakat dari latar belakang yang berbeda.  Kegiatan Astrocamp kali ini  dilaksanakan di tempat  wisata kemit forest Cilacap, Jawa Tengah Indonesia.  Di kemit forest education, merupakan lokasi wisata yang berdiri sejak tahun 2016. Selain itu, tempat ini sangat sejuk dan dikelilingi pohon-pohon pinus.

Peserta Astrocamp menginap di kemit forest education

Peserta Astrocamp menginap di kemit forest education

Ada Beberapa kegiatan yang dilakukan peserta  selama mengikuti Astrocamp.  Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pengamatan Matahari pada sore hari menjelang Matahari terbenam. Perserta sangat antusias saat pengamatan matahari. Selain mengggunakan teleskop untuk pengamatan matahari, peserta juga dapat menggunakan kacamata matahari.

Peserta astrocamp melakukan pengamatan Matahari dengan dampingan pemandu

Peserta astrocamp melakukan pengamatan Matahari dengan dampingan pemandu

Kegiatan kedua adalah sesi materi polusi cahaya yang dipandu oleh Yudhiakto Pramudya Ph.D. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh polusi cahaya dan  menyadarkan kepada masyarakat luas mengenai indahnya langit malam. Kegiatan selanjutnya adalah workshop rasi bintang orion tactile  dan kemudian dilanjutkan dengan observasi benda-benda langit.  Pada saat observasi benda langit perserta dapat melihat Bulan, planet Jupiter dengan dampingan keempat satelitnya, kemudian ada rasi scorpio dan lain-lain. Kegiatan terakhir adalah pembuatan solar system model (model tata surya).

Selain melakukan  beberapa kegiatan menyenangkan bersama peserta, temen- temen dari ANDROMEDA juga membuka stand untuk menjual produk-produk yang bertema Astronomi. Untuk info lebih lanjut mengenai produk-produk bertema astronomi dapat membuka  link ini http://andromeda.pfis.uad.ac.id/ .

Andromeda Dept.Store menjual berbagai macam produk bernuansa Astronomi

Andromeda Dept.Store menjual berbagai macam produk bernuansa Astronomi